Mesjid di Dawang Tanpa Bantuan Pemkab SBT – Ambon Ekspres
Berita Utama

Mesjid di Dawang Tanpa Bantuan Pemkab SBT

Warga Dawang di depan Mesjid yang dibangun sendiri, tanpa sentuhan pemerintah.-Ist-

Ambon, ameksOnline.- Beberapa tahun lalu, masyarakat Desa Dawang Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, memilih memeluk Agama Islam. Perpindahan ini, disebut masyarakat karena Hidayah dari Allah SWT.

Setelah memeluk Islam, warga tekun beribadah. Mereka terus belajar tentang Islam. Namun di tengah animo tinggi itu, mereka terbentur ketersediaan mesjid. Hingga kini, di desa itu belum dibangun tempat ibadah.

“Kita berharap, para muallaf yang baru memeluk Islam tidak merasa sendiri.  Dan mendapatkan dukungan penuh dari sesama saudaranya sesama umat muslim,” pesan Aktivis HAM Kabupaten SBT, Sadam Sileuw kepada Ameks Online via selulernya, tadi malam.

Mereka khawatir di sisa dua bulan lagi Ramadhan, tempat ibadah yang representatif tak kunjung ada. Padahal warga bersemangat menyambut Ramadhan. Mereka ingin beribadah penuh di bulan penuh berkah itu.

“Terhadap persoalan ini, saya melihat pemerintah atau Bupati tidak memberikan perhatian. Melihat realitas bahwa, ada warganya yang sangat membutuhkan bantuan pemerintah hanya untuk menjalankan hak konstitusional sebagai umat beragama. Hak setiap warga negara untuk beribadah wajib difasilitasi oleh negara,” ujar dia.

Menurut dia, tempat Ibadah merupakan tugas dan tanggung jawab negara untuk memberikan fasilitas terhadap warga negaranya agar dapat beribadah. Pemerintah SBT tidak mampu memberikan hak untuk memperoleh fasilitas kepada umat beragama  di desa Dawang.

Warga kini dengan swadaya sendiri, merenovasi mesjid. Renovasi ini sudah dilakukan sejak  bebarapa tahun. Selama itu pula, Pemerintah Kabupaten SBT tidak menaruh sedikit pun perhatian untuk membantu masyarakat.

“Sampai sekarang rumah ibadah atau mesjid tersebut belum selesai. Ini karena  kurangnya rasa kepedulian negara lewat pemerintah daerah yaitu bapak Bupati SBT, Mukti keliobas yang terkesan menutup mata terhadap keadaan umat beragama (mualaf) di desa Dawang, ” jelas dia

Meski demikian, masyarakat tak putus asa. Dengan dana sendiri, mereka bergotong royong untuk membangun dan memperbaiki mesjid. Tujuannya agar di Bulan suci Ramadhan ini mereka dapat menempati rumah ibadah atau mesjid tersebut untuk melakukan sholat Idul fitri, serat sholat lima waktu seperti biasanya.

Sebagai  aktivis HAM asal  SBT, dia mengaku malu terhadap cara pandang, cara kerja  Bupati dalam merespon masalah di masyarakat. Dia berhadap, Pemkab SBT bertanggung Jawab secara konstitusional untuk menjamin warga negaranya yang ada di Desa Dawang, agar dapat melaksanakan ibadah dengan tersedianya fasilitas rumah ibadah.

“Kami meminta Bapak Presiden lewat Menteri Dalam Negeri mengevaluasi Bapak Bupati Seram Bagian Timur karena telah gagal menjamin hak konstitusional warga negara agar terjamin dalam menjalankan hak melaksanakan ibadah,” tandas dia. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top