Polres Ambon Sambangi Warga Nusaniwe – Ambon Ekspres
Amboina

Polres Ambon Sambangi Warga Nusaniwe

 

Ambon, ameksOnline.- Wujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif jelang proses pencoblosan Pemilihan Umum dan Pemilihan Legislatif tahun 2019, Polres P Ambon dan Pp Lease menggelar sosialisasi antisipasi ganguan Kamtibmas, Isu-Isu Radikalisme dan Terorisme, kepada masyarakat di Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Kegiatan yang melibatkan 70 peserta tersebut dihadiri  langsung oleh, Kasat Binmas Polres Ambon AKP WB Minanlarat dan Kapolsek Nusaniwe Iptu Pieter F. Matahelumual, Para Bhabinkamtibmas Negeri/Desa/Kelurahan Polsek Nusaniwe, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua Rt/Rw, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Nusaniwe Kota Rabu (27/3).

Minanlarat sebagai pemateri dalam pemaparannya mengatakan, stabilitas Kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Ambon khususnya di kota Ambon yang merupakan barometer keamanan Polda Maluku ini, wajib menjadi tanggung jawab kita bersama.

Setiap kasus-kasus yang terjadi di Kecamatan Nusaniwe maupun di Kota Ambon, seperti  tindak pidana penganiayaan, pencurian, jambret, kekerasan bersama, KDRT, Kekerasan terhadap anak di bawah umur, selalu menjadi perhatian serius dari Polres P Ambon dan PpLease.

“Untuk mengantisipasi gangguan-ganguan Kamtibmas jelang Pemilu dan Pileg 2019 yang sering terjadi di Masyarakat, kita terus melakukan patroli pada pemukiman penduduk, maupun melakukan sosialisasi Kamtibmas kepada masyarakat,” ucap dia kepada Ameks Online, malam ini.

Mantan Kapolsek Sirimau itu mengatakan, sebagai negara  yang berasaskan Pancasila, sudah tentu masyarakat harus mengantisipasi paham-paham yang menyesatkan dan bertolak belakang dengan pancasila, diantaranya, Terorisme dan Radikalisme

“Terorisme adalah musuh umat manusia, terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, teroris terorisme international dan transnasional,” jelas dia.

Orang yang terdoktrin paham terorisme cenderung bersifat tertutup, meninggalkan pekerjaannya, serta perubahan signifikan pada sikap mental yang mendua dan menganggap orang lain atau kelompok sebagai kafir. Selain itu menghalalkan segala cara dalam menugaskan program atau keinginannya serta harmonisasi hubungan dengan keluarga teman dan keluarga serta lingkungan sekitar.

Beberapa langkah cegah terorisme dan kriminal di masyarakat yaitu, dengan cara waspada terhadap orang luar yang bukan warga setempat atau yang sudah lama meninggalkan kampung halaman.

“Orang yang terdoktrin paham radikalisme yaitu tidak upacara dan hormat bendera,menutup diri,anti sosial,merasa paling benar,suka mengindahkan ibadah orang lain. Pentingnya peran masyarakat sebagai penguat NKRI karena masyarakat yang punya kepentingan untuk kemajuan negeri sendiri baiknya melakukan sinergi antar satu sama lain hal ini juga berlaku untuk bekerja sama melawan isu-isu pelemah keutuhan negara seperti radikal terorisme,” pungkasnya. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top