52 Persen Suara Golkar Bisa Berpindah

by

Ambon, ameksOnline.- Rendahnya strong voter yang dimiliki calon anggota legislatif asal Golkar di Buru-Buru Selatan, bisa menjadi pintu masuk PKB dan PPP merebut basis beringin. Kondisi ini diperburuk dengan 52 persen yang menyatakan memilih caleg Golkar, justeru ragu dengan pilihan mereka.

Keraguan 52 persen pemilih ini, cenderung disebabkan adanya dugaan intimidasi yang dilakukan para pejabat di Pemerintah Kabupaten Buru. Index mencatat, rapuhnya suara Golkar terjadi di wilayah Namlea, dan Pantura (pantai utara Buru, Kecamatan Namlea, Kecamatan Lilialy, Kecamatan Waplau, Fenalaisela, dan Air Buaya).

“Ini basis PPP dan PKB. Kalau mereka berhasil meraih 52 persen suara Golkar yang masih ragu, kursi ke DPRD Maluku bisa diperoleh. Semua bergantung pada kerja keras mereka untuk meyakinkan tentang pemilu tanpa intimidasi dari aparatur pemerintah,” ungkap peneliti Index, Nendy Kurniawan Asyari kepada ameksOnline.

Di Dapil Buru-Buru Selatan ada lima kursi DPRD Maluku. Dari survei, potensi untuk merebut lima kursi ini ada tujuh caleg dari tujuh parpol berbeda, Golkar, Nasdem, PDIP, PKS, PPP, PKB, dan Demokrat. “Semua bergantung pada kerja caleg dan parpol di sisa 20 hari pemilu ini,” kata dia.

Sebelumnya, Nendy mengatakan, suara Golkar yang masih ragu dengan pilihannya ini, berada di wilayah Namlea dan wilayah Pantura. Sementara di wilayah ini berdasarkan identifikasi sebelumnya, adalah basis PPP, dan PKB. “Karena itu, PPP dan PKB, termasuk Demokrat punya potensi besar merebut 52 persen pemilih mengambang dari Golkar,” sebut Nendy.

Karena itu, kata dia, Golkar justeru bisa tergerus suaranya, bila PPP, PKB, dan Demokrat berhasil merebut suarar di basis mereka. “Potensi PPP dan PKB besar. Karena Azis Hentihu, dan Ikram Umasugi berdasarkan survei justeru bisa merebut strong votersnya di wilayah Namlea dan Pantura,” pungkas Nendy.(yan)