Lelang Air Nanang-Masiwang Dibawa ke KPK – Ambon Ekspres
Berita Utama

Lelang Air Nanang-Masiwang Dibawa ke KPK

Penetapan hasil lelang Proyek Air Nanang-Masiwang I. -DOK-

Ambon, ameksOnline.- Kejahatan dalam tender paket proyek Air Nanang-Masiwang, Seram Bagian Timur, terus diungkap. Kasus ini kemungkinan akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, setelah banyak bukti penyimpangan yang melibatkan kontraktor dan panitia tender ditemukan.

Proyek ini ditenderkan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XVI Maluku-Maluku Utara. Pagu anggaran proyek Jalan Air Nanang-Masiwang I sebesar Rp65.998.900.134,71. Selain paket I, juga ada paket II dengan nama yang sama. Dua paket ini ditenderkan oleh Pokja Pemilihan 03 ULP Maluku.

Dari data yang ditemukan ameksOnline, ada penyimpangan prosedur saat lelang dilakukan hingga menetapkan PT Cipta Bahagia Utama sebagai pemenang. Hingga, Jumat (29/3) siang, belum diketahui secar resmi siapa pemilik perusahaan ini. Namun informasi yang diperoleh, nama Tanjung, Banjar Nahor, dan Bi Siong yang mengatur paket ini. Hanya nama-nama ini belum terkonfirmasi.

Tiga pengusaha ini menggunakan satu bendera PT Cipta Bahagia Utama. Mereka borongan mengerjakan mega proyek ini. Ada beberapa kejahatan yang terungkap dalam tender yang dilakukan Pokja 3 ini. Pertama, dalam dokumen pemilihan nomor : 05.1/SDP/POKJA/03.MAL/2019, metode tender dengan sistem harga terendah dan sistem gugur pada tanggal 13 Februari.

Hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pemilihan Nomor : KU.03.01/BAHP/POKJA03.MAL/APBN/2019/05. Dalam dokumen ini ditetapkan, penawar terendah, adalah PT Bilian Raya dengan nilai tawar Rp54.419.580.109,54. Sementara PT Cipta Bahagia Utama penawar tertinggi dengan nilai tawar Rp61.353.612.127,29.

Anehnya, dalam penetapan pemenang, Pokja 3 ULP justeru menetapkan PT Cipta Bahagia Utama sebagai pemenang. Apa alasannya? Sampai kemarin tidak dijelaskan. Anggota Pokja yang beberapa kali coba ditemui memilih menghindar. “Kita tidak tahu apa alasan PT Cipta Bahagia harus ditetapkan sebagai pemenang,” kata sumber ameksOnline.

Kejahatan kedua, Pokja 3, adalah dari penetapan yang tidak prosedural itu, negara justeru dirugikan hingga mencapai Rp6.934.032.017,75. Kata sumber, ini menunjukan terjadi persengkokolan yang dilakukan PT Cipta Bahagia Utama dan Pokja 3. “Jelas ada arahan agar PT Cipta Bahagia Utama memenangkan tender ini,” ungkap sumber itu lagi.

Lobi untuk mendapatkan mega proyek di Air Nanang-Masiwang paket I ini sudah dilakukan lama. Ketiga, informasi ameksOnline, sebelum penetapan hasil tender, Pokja justeru sudah siapkan jawaban atas sanggahan yang mungkin dilakukan oleh perusahaan kalah.

“Yang patut diketahui, kenapa Pokja nekat memenangkan PT Cipta Bahagia Utama, padahal nilai tawarnya tertinggi? Karena memang fee yang diberikan jauh lebih besar kepada sejumlah orang di Balai Jalan. Karena kalau PT Bilian yang menang, keuntungan juga bakal tipis. Dan fee yang diberikan juga akan kecil,” ungkap sumber ini lagi.

Atas kejahatan ini, beberapa perusahaan yang ikut tender proyek tersebut sudah menyiapkan langkah-langkah hukum diantaranya, melaporkan ke KPK. “Ini untuk memastikan langkah hukum lebih tegas, dan membongkar kejahatan yang berulangkali di Balai Jalan,” pungkas sumber ini.(yan)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top