Suara Golkar Rapuh di Buru-Bursel – Ambon Ekspres
Berita Utama

Suara Golkar Rapuh di Buru-Bursel

Ambon, ameksOnline.- Pertarungan untuk merebut lima kursi DPRD Maluku di daerah pemilihan Buru-Buru Selatan masih terbuka. Dominasi satu partai politik dalam perolehan suara berdasarkan survei juga belum nampak, karena tingginya swing voters atau pemilih mengambang.

Hal ini disampaikan peneliti Index, Nendy Kurniawan Asyari kepada ameksOnline, Jumat (29/3). Survei dilakukan Index pada 12 Februari hingga 20 Februari lalu. Jumlah responden yang dipilih secara acak sebanyak 400 pemilih.

Dari hasil survei, ada tujuh parpol punya peluang merebut kursi. Golkar, NasDem, PDIP, PKS, PPP, PKB, dan Demokrat. Kata Nendy, suara Golkar cukup dominan, namun strong votersnya rendah. Sebanyak 52 persen dari total perolehan Golkar, adalah pemilih massa mengambang atau yang masih ragu dengan pilihan politiknya.

Suara Golkar berdasarkan simulasi yang dilakukan mencapai 30.8 persen dari 16 parpol peserta pemilu di Dapil Buru-Buru Selatan. Beringinan menguasai Kabupaten Buru. Terutama wilayah Namlea, dan Pantura (pantai utara Buru, Kecamatan Namlea, Kecamatan Lilialy, Kecamatan Waplau, Fenalaisela, dan Air Buaya).

Keraguan pemilih sebesar 52 persen, kata Nendy, ada beberapa factor, namun variabel yang dominan, adalah intimidasi yang dilakukan pejabat Kabupaten Buru terhadap pemilih untuk memilih kandidat yang diusung.

“Pertanyaan kita bertingkat, dan menemukan 52 persen pemilih itu memilih caleg Golkar disebabkan intimidasi langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, artinya pemilih langsung diintimasi,” kata dia.

Sementara tidak langsung, lanjut dia, saudara mereka yang pegawai Pemerintah Buru mendapat intimidasi. Pegawai pemerintah diminta mengarahkan kerabatnya untuk untuk memilih caleg arahan pejabat Pemkab Buru. “Padahal kerabat mereka sendiri tak ingin memilih caleg itu,” kata dia.

Menurut Nendy, suara Golkar yang masih ragu dengan pilihannya ini, berada di wilayah Namlea dan wilayah Pantura. Sementara di wilayah ini berdasarkan identifikasi sebelumnya, adalah basis PPP, dan PKB. “Karena itu, PPP dan PKB, termasuk Demokrat punya potensi besar merebut 52 persen pemilih mengambang dari Golkar,” sebut Nendy.

Karena itu, kata dia, Golkar justeru bisa tergerus suaranya, bila PPP, PKB, dan Demokrat berhasil merebut suarar di basis mereka. “Potensi PPP dan PKB besar. Karena Azis Hentihu, dan Ikram Umasugi berdasarkan survei justeru bisa merebut strong votersnya di wilayah Namlea dan Pantura,” pungkas Nendy.(yan)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top