18 Kali Banjir Melanda Seram Utara Timur Seti

by

Ambon, ameksOnline.-Banjir kembali melanda Desa Kobi Raja, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (2/4). Sekitar 150 rumah warga di wilayan UPT Seti Bakti terancam air.

Musibah ini sudah berulang kali menimpa warga UPT Seti Bakti ketika musim penghujanan tiba. Sehari lalu, Senin (1/4), banjir juga bertamu di desa ini.

Banyak penyebabnya. Salah satunya, diduga akibat aktivitas PT. Nusa Ina. Jarak perusahaan sawit ini dengan sungai lobi, pusat banjir, tak lebih dari 3 kilometer.

Soleman Datsiun, salah satu warga setempat mengaku, sebelum kehadiran PT. Nusa Ina, desa Kobi Raja jarang diladan banjir.

“Ini juga ulah PT. Nusa Ina. Dulu kami jarang dilanda banjir. Setelah masuknya perusahaan tersebut, kami berulang kali bahkan satu minggu dua sampai tiga kali terancam banjir di musim penghujanan,”ungkap Soleman kepada AmeksOnline.

Soleman mencatat, sudah 18 kali banjir di desanya selama Januari hingga awal April 2019. “ Bulan Januari di tahun ini sudah 9 kali ditimpa banjir, Februari 4 kali, Maret 2 kali dan memasuki awal bulan April 3 kali berturut-turut rumah kami dihantam banjir,”rincinya.

Namun, selama itu pula pemerintah daerah Maluku Tengah belum melakukan langkah penanggulangan yang cepat dan tepat. Buktinya, banjir berulang kali terjadi.

“Namun sampai hari ini belum ada perhatian serius Pemerintah daerah Maluku Tengah untuk mengatasi masalah tersebut. Belum ada solusi,”imbuhnya.

Aktivitas Belajar SMKN 1 Lumpuh

Ternyata bukan saja Desa Kobi Raja, banjir juga melanda negeri administratif Loping Mulyo, kemarin. Diduga banjir ini disebabkan jebolnya bendungan di desa tersebut.

Sejumlah rumah dilaporkan terendam banjir. Para pengendara lintas Ambon-Bula dan Bula masohi atau sebaliknya, diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalur itu.

“Info par basudara Pengendara yang biasa lintas Bula-Ambon atau Bula-Masohi, dll…Berhubung dengan cuaca damn kondisi medan, jadi katong (kita) harus ekstra hati-hati dalam mengendara,”tulis AL Sopaheluwakan di status facebooknya.

AL Sopaheluwakan yang dikonfirmasi AmeksOnline, membenarkan informasi tersebut. “Iya, di bagian Sawa, sesudah sekolah SMA,”jelasnya.

Banjir ini telah surut pada hari itu juga. Namun, aktivitas sekolah masih terganggu. “SMKN 1 Timur Seti yang terganggu, soalnya mereka fokus bersihkan sekolah sudah hamoir dua hari ini,”kata Nurlia AiSita Aihunan, yang juga warga Seram Utara.

Ia berharap, pemerintah kabupaten Maluku Tengah memperhatikan hal ini. “Insyaallah pemerintah tidak tutup mata untuk hal ini. Soalnya, aktivitas belajar mengajar di sana juga macet,”pintanya.

Kepala Seksi Logistik BPBD Maluku Tengah, Syahril Tuakia mengaku, beberapa jam setelah banjir, pihaknya sudah berada di lokasi.

“Namun, data-data detail banjir belum kami peroleh secara akurat. Masih menunggu tim SRC melakukan kaji cepat,”singkatnya. (*/TAB)