BKSDA Maluku Sita 74 Burung Endemik – Ambon Ekspres
Berita Utama

BKSDA Maluku Sita 74 Burung Endemik

Barang bukti bukti endemik Maluku yang berhasil disita oleh Polisi Kehutanan (Polhut) Seksi Konservasi Wilayah II (SKW) BKSDA Maluku. -Ist-

Ambon, ameksOnline.- Polisi Kehutanan (Polhut) Seksi Konservasi Wilayah II (SKW) BKSDA Maluku bersama anggota Polsek Elpaputih, Maluku Tengah berhasil mengamankan 74 burung endemik. Burung-burung itu hendak dijual secara ilegal.

Burung-burung yang dilindungi undang-undang, itu ditemukan saat Polhut Seksi Konservasi Wilayah II (SKW) BKSDA Maluku bersama anggota Polsek Elpaputih mengadakan patroli fungsional pengamanan kawasan dan peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), Kamis (4/4). Kegiatan patrol tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Wilayah II, Meity Pattipawaej.

Petugas berhasil menggagalkan peredaran burung ilegal dengan menyita berbagai jenis burung endemik Maluku di rumah Ronald Rumarisa di desa Samasuru, Kecamatan Elpaputih. Informasi awal indikasi penangkapan dan penampungan, serta pengangkutan berbagai jenis burung tersebut telah diperoleh pada Maret lalu.

Petugas BKSDA Maluku kemudian melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti dan mencari pelakunya. Berdasarkan hasil investigasi tersebut, diperoleh informasi bahwa burung burung dikumpulkan oleh pelaku dari beberapa desa yaitu Simau, Nakupia, Wae Putih dan Liang.

Barang bukti yang disita yaitu burung Kesturi Tengkuk Ungu (Lorius domicella) 1 ekor, Kakatua Seram Cacatua molucensis) 6 ekor, Betet Kelapa Paruh Tebal (Tanygnathus megaloryynchos) 12 ekor, Perkici pelangi (Trichoglossus moluccanus) 11 ekor, Nuri Maluku (Eos bornea) 43 ekor, Kakatua koki (Cacatua galerita) 1 ekor.

Saat ini barang bukti dititipkan di Kantor Seksi Wilayah II di Masohi dan akan direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan sebelum dilepasliarkan kehabitatnya sambil menunggu arahan atau petunjuk penyidik.

“Sedangkan Si pelaku atas nama Ronald Rumarisa, 37 tahun, alamat Desa Samasuru Kec Elpa Putih Maluku Tengah langsung ditahan di Polsek Elpaputih,”jelas Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi alam siaran pers yang diterima AmeksOnline, Jumat (5/4).

Berbagai jenis burung ini dikumpulkan dari para pemburu burung di desa desa yang sudah dipesan oleh tersangka dan akan diperdagangkan ilegal kepada pemesan di luar Maluku, terutama di Pulau Jawa dengan menggunakan kapal. Harga per ekor burung yang dijual pelaku bervariasi.

Kakatua Seram dibeli seharga Rp500.000 -Rp 800.000 dan dijual per ekor Rp 1.000.000 -Rp 1.200.000, Perkici Pelangi dan Nuri Maluku per ekor beli Rp 75.000 dijual Rp. 200.000, Betet Kelapa per ekor Rp 100.000 dan dijual Rp 200.000.

Amin menjelaskan, Jalur pengangkutan burung yang digunakan pelaku dari Desa Samasuru melalui penyeberangan speedboat ke Desa Kamariang terus ke Desa Waai dan akhirnya menuju Kota Ambon.

“Selain itu, ada juga jalur lain yaitu melalui penyeberangan Feri di pelabuhan Waipirit ke Liang dan langsung menuju Kota Ambon,”paparnya.

Perbuatan tersangka telah melanggar ketentuan Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda seratus juta rupiah. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top