Pelaku dan Korban Bukan dari SMK Kesehatan Waiheru – Ambon Ekspres
Amboina

Pelaku dan Korban Bukan dari SMK Kesehatan Waiheru

Ambon, ameksOnline.- Pihak SMK Waiheru, membantah Novembery Lassol (31), pelaku pencabulan, adalah   Guru Honorer di sekolah itu. Dia dipastikan tidak terdaftar dalam register guru sekolah yang beralamat di Waiheru tersebut.

Lassol dilaporkan mencabuli seorang siswi di SMK Kesehatan. Korban yang melapor langsung kasus tersebut ke polisi.  “Jadi perlu kami sampaikan bahwa, baik pelapor hingga terlapor bukan bagian dari SMK Kesehatan Waiheru. Jadi kami mohon ini di ralat,” sebut Humas SMK Kesehatan Waiheru, Leo Pietersz kepada AmeksOnline, Jumat (5/4) siang.

Menurutnya, persoalan asusila dilingkungan sekolah harus ditindak tegas. Namun, kata Leo, pelaku maupun korban yang diberitakan, bukan berasal dari SMK Kesehatan Waiheru.

“Yang kami inginkan itu. Karena tidak ada kejadian itu. Ini soal lembaga kami. Apalagi kami akan ada dalam tahun ajaran baru, penerimaan siswa baru. Jadi kami harapkan demikian,” ujar dia.

Ia juga menambahkan, kasus yang dialami SM salah satu siswa SMK Kesehatan di Kota Ambon itu, harus diproses dengan tegas. Pelaku harus di beri hukuman yang setimpal. “Kalau itu benar, ini merupakan suatu tindakan kriminal yang tak bisa ditoleransi. Apalagi, tindakan itu terhadap siswa. Harus diproses,” tandas dia.

Kejadian ini berawal ketika korban diajak oleh pelaku. Dia menghubungi korban melalui pesan messenger. Alasannya terkait  rapor hasil belajar yang bernilai jelek. Pelaku mengajak korban untuk menemuinya.

Korban kemudian mau menyambangi pelaku. Pelaku menelpon korban dan memberikan petunjuk arah tempat tinggalnya. Beberapa saat kemudian korban tiba di tempat tinggal pelaku. Korban diminta masuk ke kamar Kosan pelaku.

Korban saat itu tak sendiri. Dia bersama temannya. Namun temannya disuruh pulang oleh korban, karena dia cukup lama berkonsultasi dengan pelaku terkait nilai.

Di dalam kamar, korban membantu pelaku untuk mengerjakan atau menyalin nilai. Mereka sambil bersenda gurau. Tak disangka, pelaku  duduk di belakang korban. Dia lalu memegang leher korban dengan jari tangan.  Setelah  itu memasukan tanggannya kedalam baju hingga telanjang dada.

Dosen bejat itu lalu berbuat tak senonoh. Dia kembali memaksa  korban membuka celana yang di pakai.  Korban menghindar. Saat itu korban sudah mengirim SMS ke teman-teman agar datang ke rumah tempat tinggal pelaku .

Korban kemudian melapor aksi bejat pelaku kepada polisi guna diproses hukum. “Pelaku sudah ditahan dan dikenakan pasal 289 KUHPidana. Pelapor korban sendiri,” jelas Kasubbag Humas Polres P Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Ameks Online, siang tadi. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top