Besok Lesmono Resmi Dilapor ke KPK

by

Ambon, ameksOnline.- Kecurangan dalam tender proyek paket 2 Air Nanang-Masiwang, Kabupaten Seram Bagian Timur berbuntut panjang. Sejumlah pihak akan melaporkan kasus ini langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Mereka yang dilaporkan, adalah Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XVI Maluku-Maluku Utara, Christ Lesmono, dan Ketua Pokja ULP 3, Michael Silooy. Ada beberapa kejahatan yang diduga dilakukan dalam tender paket proyek dengan nilai Rp66 miliar itu.

Kejahatan yang dilaporkan ke KPK, adalah soal penetapan pemenang dan pemenangan cadangan. Penawar terendah dalam tender ini, PT Bilian Raya dengan nilai tawar Rp.54 miliar. Sementara penawar tertinggi, PT Cipta Bahagia Utama dengan nilai tawar Rp61 miliar.

Dalam penetapan pemenang, Pokja menetapkan PT Cipta Bahagia Utama sebagai pemenang. Sementara PT Bilian Raya pemenang cadang. “Oh itu tidak bisa. Itu langgar aturan. Keliru sama sekali yang dilakukan panitia. Itu praktek tak wajar yang dilakukan. Kejahatan namanya,” kata salah satu kontraktor kepada ameksOnline, Minggu (7/4).

Menurut dia, harusnya pokja menetapkan PT Bilian Raya sebagai pemenang, lalu PT Cipta Bahagia Utama pemenang cadangan. “Tapi kondisi ini berlaku, bila perusahaan lain cacat administrasinya. Ini kan sistem gugur. Keliru pokoknya. Kejahatan lah namanya,” sebut dia.

Kejahatan kedua yang dilaporkan, adalah kerugian negara yang ditimbulkan dalam tender tersebut. Dalam laporan yang juga diterima ameksOnline, Pokja telah mengambil keputusan keliru yang memenangkan PT Cipta Bahagia Utama. Ada kerugian negara hingga mencapai Rp7 miliar.

Dalam laporan yang juga telah disampaikan ke Kementerian PUPR di Jakarta, selisih antara nilai tawar PT Bilian Raya dan PT Cipta Bahagia ada sekitar Rp7 miliar. Selisih ini yang disebut sejumlah pelapor sebagai kerugian negara akibat permainan yang dilakukan pokja.

Kepala BPJN Maluku-Malut yang coba dihubungi tetap saja tidak merespon. Pesan yang dikirimkan ke nomor handphonenya tidak berbalas.(yan)