Perusahaan Milik AT Palang PT Nusa Ina – Ambon Ekspres
Berita Utama

Perusahaan Milik AT Palang PT Nusa Ina

Warga dan karyawan perusahaan milik Abdullah Tuasikal yang bermitra dengan PT Nusa Ina, Minggu (7/4) pagi melakukan pemalangan terhadap akses jalan ke perusahaan sawit itu. -Syahdan Fabanyo-

Ambon, ameksOnline.- Masalah lahan yang ditempati PT. Nusa Ina melebar. Tak hanya sebatas pihak perusahaan dengan warga pemilik lahan. Perusahaan Abdullah Tusikal yang selama ini bermitra dengan usaha sawit milik Sihar Sitorus juga mengajukan nota protes.

Sebagai bentuk protesnya, sejumlah karyawan perusahaan milik AT dan warga, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah melakukan pemalangan akses jalan ke PT Nusa Ina. Jalan itu melalui lahan milik warga dan perusahaan milik Abdullah Tuasikal.

Sempat terjadi perang mulut antar warga dengan pihak PT Nusa. Aksi pemalangan ini bukan pertama kali. Berulangkali warga pemilik lahan menutup akses jalan ke PT Nusa Ina. Namun pihak perusahaan bergeming.

Sampai kemarin, pihak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tidak menempuh langkah-langkah mediasi membantu warga menyelesaikan sengketa tersebut. Warga marah, kecewa, beruntung hingga kini tidak pernah terjadi tindakan anarkis sebagai pelampiasan tidak selesainya masalah lahan milik warga.

Hari ini, Minggu (7/4) warga pemilik lahan melakukan aksi pemalangan. Abdullah Tuasikal mengijinkan lahannya dipakai warga untuk sama-sama melakukan pemalangan. Lahan milik Abdullah Tuasikal ini bersebelahan dengan lahan warga transmigrasi yang sudah di tumbuhi kelapa sawit.

“Kami tim perwakilan mitra sawit yang di berikan kuasa dari pak Abdullah Tuasikal  lewat Haji Ode untuk segera lakukan pemalangan. Karena selama ini pihak perusahaan sama sekali tidak merespon hak-hak mitra yang belum di selesaikan” tegas Hadi Sumanto selaku ketua tim.

Dia mengaku, pemalangan dilakukan atas perintah langsung Abdullah Tuasikal via lewat telepon selulernya. Dalam pembicaraan via telepon itu, Hadi mengaku, AT memerintahkan pemalangan sebagai bentuk tidak kooperatifnya PT Nusa Ina.

Pemalangan akan terus dilakukan, hingga PT Nusa Ina menyelesaikan kewajibannya kepada Abdullah Tuasikal dan warga pemilik lahan. “Selama perusahaan tidak membayar kewajibannya, maka lahan milik saya silakan di palang. Bersamaan dengan lahan warga transmigrasi,” kata dia, mengutip isi pembicaraannya dengan Abdullah Tuasikal.

Hadi mengaku, selama ini perusahaan tidak mampu lagi membayar kewajibannya kepada perusahaan mitra. Langkah pemalangan lahan dilakukan sebagai bentruk protes atas apa yang dilakukan PT Nusa Ina.

“Semua pemilik lahan yang bermitra dengan perusahaan akan komitmen. Kami akan lawan terus untuk melakukan pemalangan di tiap-tiap lahan” tegas dia.(dan)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top