Angkatan Kerja Maluku Didominasi Jebolan SD-SMP – Ambon Ekspres
Berita Utama

Angkatan Kerja Maluku Didominasi Jebolan SD-SMP

Ambon, ameksOnline.-Tak hanya lapangan kerja yang masih sempit, sumber daya manusia angkatan kerja di Maluku juga masih pada level penddikan rendah. Pemerintah daerah diminta meningkatkan sumber daya manusia tenaga kerja.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah pekerja Maluku 2016-2018 sebanyak 700.143, dengan penggangguran terbuka 54.891 orang. Sedangkan jumlah angkatan 755.034 orang.

Angkatan RENDkerja tersebut didominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) 155.708, dan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 122.596. Bila ditotalkan mencapai 277.754 orang (36,78 persen) dari total angkatan kerja di Maluku.

Setelah SD dan SMP, angakatan kerja dengan lulusan akhir SMA/MA 226.596 (30,01 persen), belum sekolah 6.523 (0,86 persen), belum tamat SD 62.913 (8,3 persen), lulusan kejuruan SMK 55.350 (7,3 persen), diploma 26.444 (3,5 persen) dan sarjana 99.453 (13,17 persen).

Menurut Udang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, angkatan kerja atau labour force adalah jumlah penduduk dengan usia produktif, yaitu 15-64 tahun yang sedang bekerja maupun mencari pekerjaan. Usia produktif tersebut dapat digolongkan menjadi dua yaitu bukan angkatan kerja dan angkatan kerja.

Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang tidak bersedia bekerja atau belum bekerja. Misal, pelajar danmahasiswa yang masih bersekolah.
Sedangkan angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang sudah mempunyai pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan.

Secara nasional, angkatan dengan luluan SD lebih banyak di Provinsi Gorontalo, yakni 54,2 persen dan Nusa Tenggara Timur 52,5 persen. Selain dua provinsi itu, Jawa Tengah juga memiliki angka pekerja lulusan SD yang cukup besar hingga 44,8 persen.

Sedangkan Jawa Timur memiliki 41,2 persen. Provinsi dengan pekerja lulusan SD paling rendah adalah provinsi DKI Jakarta yang hanya memiliki 16,3 persen disusul Kepulauan Riau 21,9 persen.

Menurut ekonom Universitas Pattimura (Unpatti) Teddy Leasiwal, dominasi angkatan oleh lulusan SD dan SMP membuktikan masih rendahnya SDM tenaga kerja di Maluku.

“Hal tersebut disebabkan karena lapangan pekerjaan yang membutuhkan spesifikasi lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan SMA maupun Sarjana,” kata Teddy, Rabu (10/4).

Dia menjelaskan, dengan adanya kondisi ini, pemerintah perlu menggenjot pembukaan kesempatan kerja dengan membuka kran investasi yang terencana. Namun, harus terspesifikasi dengan struktur angkatan kerja dan tenaga kerja di Maluku yang berbasis karakteristik sumberdaya lokal.

Selain itu, pemerintah daerah perlu menambah infrastrtuktur pendidikan baik fisik maupun non fisik. Selain itu, pemerintah daerah seyogianya bisa lebih cepat dalam menciptakan kesempatan kerja baru.

Dimana Maluku sudah mulai terjadi perubahan struktur ekonomi dan perubahan struktur tenaga kerja.” Saya berharap hal ini secepatnya ditanggapi dengan serius oleh pemerintah daerah angkatan kerja bisa terserap sesuai dengan kualiatas dan kompetensi yang dimilikinya,” harapnya. (AKS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top