Jangan Berkampanye Saat Masa Tenang – Ambon Ekspres
Berita Utama

Jangan Berkampanye Saat Masa Tenang

Ambon, ameksOnline.- Kampanye pemilihan umum calon presiden dan anggota legislatif berakhir besok. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) mengimbau peserta pemilu untuk membersihkan alat peraga kampanye (APK) maupun iklan di media massa.

Anggota Bawaslu Maluku, Paulus Titaley lewat rilis yang diterima AmeksOnline, Jumat (12/4) menjelaskan, masakampanye pemilu 2019 dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Ini sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019.

Untuk mencegah pelanggaran tersebut, Bawaslu Maluku menyampaikan imbauan kepada peserta pemilu dan media massa sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Kampanye Pemilu pasal 20 ayat (3) menyebutkan bahwa “Pengawas Pemilu memastikan Peserta Pemilu tidak melaksanakan Kampanye dalam bentuk apapun pada Masa Tenang”.

Terhitung 14 April 2019, pukul 00.01 WIT, seluruh alat peraga kampanye tidak lagi terpasang di tempat-tempat umum dan APK tersebut dapat dibersihkan oleh masing-masing peserta pemilu. Pasal 24 ayat (4) PKPU 23 tahun 2018 menyebutkan, selama masa 14-16 April, peserta pemilu dilarang melakukan kampanye dalam bentuk apapun.

Berdasarkan pasal 278 ayat (2) UU Pemilu, lanjut Poly, selama Masa Tenang, pelaksana, peserta, dan/atau tim Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya, mimilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, memilih calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota tertentu dan/atau memilih calon anggota DPD tertentu.

Iklan kampanye di media massa cetak, elektronik dan media dalam jaringan, juga harus dihentikan pada 14 April pukul 00.01 wit.

Bila peserta pemilu masih membiarkan APK masih terpasang dan media massa masih menayangkan iklan kampanye, akan ditindak karena melanggar aturan kampanye. Masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas Kampanye Pemilu.

“Itu pelanggaran kategori kampanye dimasa tenang,”jelas pria yang biasa disapa Poly, itu.

Bawaslu kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membantu menurunkan APK pesera pemilu. “Iya. Masing-masing kabuptan/kota yang berkoordinasi,”pungkasnya. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top