PDIP Berpeluang 2 Kursi, PKS Dihimpit PKB dan PKPI – Ambon Ekspres
Berita Utama

PDIP Berpeluang 2 Kursi, PKS Dihimpit PKB dan PKPI

Ambon, ameksOnline.-Kota Ambon memang menjadi basis PDI Perjuangan. Tak salah, partai ini diproyeksikan kembali mempertahankan dua kursi DPRD Maluku yang diraih pada pemilu lima tahun lalu.

Pada pemilu 2014, PDIP memperoleh dua kursi, masing-masing oleh Lucky Wattimury dan Reinhard Tou¬mahuw. Tujuh kursi lainnya milik Richard Rahak¬bauw (Golkar), Herman Hattu (Nas-Dem), Marcus Pentury (Demokrat), Syaid Mudzakir Assagaff (PKS), Syarif Hadler (PPP), Robby B Gas¬persz (Gerindra) dan R Ayu Hindun Hasanussi (Hanura).

Peluang yang sama hampir terjadi pada 17 April nanti. Ini ditunjukkan lewat hasil survei Parameter Konsultindo Resarch & Consultant Maluku, dimana PDIP memiliki elektabilitas 11,95 persen dan berpeluang memperoleh kursi pertama.

Sedangkan elektabilitas Gerindra 8,75 persen berpotensi memperoleh kursi kedua, Golkar 8,21 kursi ketiga, Demokrat 8,19 kursi keempat, Nasdem 7,48 kursi kelima, PPP 7,15 persen kursi keenam, dan Hanura kursi ketujuh dengan elektabilitas 6,82 persen.

“Kursi 5-7 itu diambil oleh Nasdem, PPP, dan Hanura. Namun, masih ada peluang perturakan posisi perebutan kursi. Yang posisi satu bisa bergeser ke posisi paling bawah dan seterusnya,”papar Direktur Parameter Konsultindo Maluku, Edison Lapalelo dalam konferensi pers rilis hasil survei di Manise Hotel, Sabtu (13/4).

Menariknya, PKS dan empat partai lainnya bersaing untuk kursi kedelapan dan sembilan. Elektabilitas PKS berdasarkan survei ini sebesar 4,47 persen.

Justru Perindo yang melijit diangka 5,78 persen, disusul Berkarya 5,23 persen, PKB 4,69 dan PKPI 3,82 persen. Edison mengatakan, kursi kesembilan atau terakhir juga bisa direbut oleh PDIP jika total perolehan suara mereka bisa menembus 15 persen.

“Apabila bisa menembus angka 15 persen di tanggal 17 April, maka hampir dipastikan PDIP akan menambahkan satu kursi,”jelasnya.

Pergeseran posisi raihan suara dan kursi ini, masih sangat dinamis. Ini disebabkan, pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) 7,82 persen, dan pemilih mengambang (swing voters) 7,07 persen, yang jika digabungkan menjadi 14,89 persen.

Survei ini dilakukan pada 1-8 April 2019 dengan metode Multi Stage Random Sampling, dan 1.200 responden yang tersebar secara merata di 11 Kabupaten/Kota di Maluku.

Instrumen yang digunakan adalah kousioner dengan teknik wawancara. Tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of erro ± 3 persen. (TAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top