Polda Maluku Kalah Lagi di Pengadilan – Ambon Ekspres
Amboina

Polda Maluku Kalah Lagi di Pengadilan

Ambon, ameksOnline.- Hakim Pengadilan Negeri Ambon mengabulkan gugatan Simon Matital. Simon sebelumnya ditetapkan oleh Polda Maluku sebagai tersangka. Sebelumnya penyidik Polda Maluku juga kalah saat di praperadilan oleh mantan Bupati SBB, Jacobus Puttileihalat.

Dia dijerat dengan dugaan pemalsuan kwitansi pembelian lahan 990 Ha di Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Tak puas, Simon ajukan praperadilan atas penetapan status tersangka oleh Polda Maluku. Sebelumnya dia melakukan transaksi dengan PT Pollo Mas.  Kepada ameksOnline, Charter Souisa salah satu anggota tim pengacara dari Simon Matital mengatakan, selain memutuskan pentetapan tersangka tidak sah dan batal demi hukum, hakim juga memutuskan untuk membatalkan segala penetapan yang telah dan akan dikeluarkan termohon dalam hal ini penyidik Reskrimum Polda Maluku terhadap Matital.

Hakim beranggapan penetapan Simon Matital sebagai tersangka sangat prematur. Semua alat bukti yang dipakai sudah dibantah, baik oleh tim sepuluh bentukan notaris  Max Saimima maupun oleh saksi Petrus Mhudin yang adalah salah satu karyawan PT Pollo Mas dengan pimpinan Pollo Setiawan sebagai pelapor kasus ini di Polda Maluku.

Selain itu, lanjutnya, hakim juga menilai bahwa perlu dilakukan pendalaman terhadap semua surat-surat dan terutama terhadap notaris Max Saimima dan tim 10 bentukan Max Saimima agar mendapat hasil yang maksimal untuk menjerat siapa sesungguhnya orang yang berada di balik pelepasan tanah masyarakat adat di Negeri Nuruwe.

”Jadi klien kami, Simon Matital memang sama sekali tidak terlibat dalam proses jual beli tanah 990 Ha pada tahun 2012 di Nuruwe karena memang saat itu beliau sudah turun dari jabatan raja,” pungkas Charter.

Menurut dia, benar bahwa kliennya itu pernah berursan dengan Pollo Setiawan tapi itu terjadi pada tahun 2007 terkait penjualan tanah seluas 120 Ha di Nuruwe. Namun jual beli itu sudah selesai karena telah dibayar lunas sebelum Simon Matital turun dari raja.

Menyoal terkait dugaan pemalsuan surat-surat dan kwitansi yang dipakai sebagai barang bukti hingga Simon Matital ditetapkan sebagai tersangka, Charter mengatakan sudah dilaporkan oleh tim 10 kepada penyidik Reskrimum Polda Maluku. Dia berharap laporan itu bisa diproses agar publik bisa mengetahui siapa yang harus bertanggungjawab dalam persoalan ini.

Sementara itu, Simon Matital yang diwawancarai via telepon seluler mengaku bahwa permohonan praperadilan yang diajukannya telah dikabulkan oleh hakim di PN Ambon.

”Iya, sejak awal saya sudah bilang bahwa Tuhan itu tidak buta dan Dia tidak akan membiarkan umatnya yang tidak bersalah dizolimi. Saya dituduh menerima uang penjualan tanah 990 Ha, miliaran rupiah. Lalu saya dilaporkan ke polisi sehingga ditetapkan sebagai tersangka.Padahal saya sama sekali tidak tahu menahu tentang hal itu,” bebernya.

Matital mengaku,  sangat puas dengan keputusan hakim, namun menurutnya, ia akan mengambil langkah hukum selanjutnya untuk menuntut ganti rugi pemulihan nama baik dirinya yang terlanjur dicemarkan oleh Pollo Setiawan sebagai pimpinan PT Pollo Mas.

”Ya, saya akan menuntut pemulihan nama baik. Minta ganti rugi karena hal itu juga dijamin oleh undang-undang,” tegas Simon Matital. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top