Tak Bisa Coblos, Warga Rutan Ngamuk – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tak Bisa Coblos, Warga Rutan Ngamuk

Ambon, ameksOnline.- Dari 253 orang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon, hanya satu orang yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019. Sementara 12 lainnya tambahan (DPTB). Alhasil, ratusan pemilih lainnya mengamuk.

Mereka protes karena mereka tidak diikutkan untuk mencoblos Presiden-Wakil Presiden dan Anggota Legislatif (DPR, DPD dan DPRD) di TPS 28 yang berada dalam Rutan Ambon, Rabu (17/4).

“Disini jumlah tahanan ada 253 orang. Semuanya masuk kategori pemilih. Tapi yang masuk hanya 1 orang DPT. Sebenarnya DPT ada 51 orang. Namun ada yang pindah dan bebas,” ungkap Kepala Rutan Ambon Irhamudin kepada AmeksOnline di dalam ruang Rutan Ambon, siang tadi.

Menurutnya, setiap bulan jika ada tambahan data warga binaan, pihaknya kerap melaporkan kepada KPU. Tapi hasilnya, KPU hanya mengeluarkan satu DPT dan 12 DPTB.

“Kita usulkan dari Bulan Januari, Februari, Maret sampai terakhir April (tahun 2019). Cuman yang masuknya hanya segitu,” terangnya.

Irhamudin mengaku, pihaknya sebelumnya mengusulkan sebanyak 62 orang. Kemudian terjadi perubahan yang disebabkan sebagian pindah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon setelah putusan pengadilan, dan ada yang bebas.

“Dari 62 orang itu ada bebas lagi, pindah lagi. Jadi tinggal 12 orang. Kemarin ada tambahan tahanan 11 orang dan sudah diusulkan lagi,” ujarnya.

Disinggung mengenai kepemilikan KTP, Irhamudin mengaku, pihaknya juga telah mengusulkan jika 5 orang warga binaan memiliki KTP. Tapi menurut KPU, mereka tidak bisa masuk.

“KPU hanya melayani KTP yang beralamat di Kecamatan Baguala (Karena Rutan berada di Kecamatan Baguala),” katanya.

Anggota KPPS TPS 28 Risman Baharudin, mengaku, KPU hanya melayani KTP dari Kecamatan Baguala. Selain itu tidak bisa karena mereka sudah terdaftar di tempat tinggal mereka sebelumnya.

“Makanya kita sudah sampaikan ke warga binaan jika ada A5 di rumah mereka agar meminta keluarga bawa ke sini. Makanya ada keluarga yang membawa A5 disini. Biar dia bisa coblos disini. Karena kan tidak mungkin kita mau keluarkan dia untuk coblos di rumah. Jumlah A5 sementara masih didata. Batasnya katanya sampai jam 1 (siang) baru bisa coblos untuk A5. Sementara masih terus didata,” jelasnya.

Salah satu warga binaan di luar ruangan TPS 28 Rutan Ambon mengaku, memiliki hak yang sama untuk ikut serta dalam pesta demokrasi.

“Meski kami berada disin, tapi kami juga ingin pilih. Kami punya hak. Makanya tadi teman-teman mengamuk karena mereka tidak terima,” kata pemuda itu.

Sementara itu, seorang wanita anggota Bawaslu yang hendak meninggalkan Rutan Ambon mengaku, masalah yang terjadi di Rutan akan disampaikan kepada pimpinan.

“Kita laporkan dulu kepada pimpinan. Langkahnya seperti apa, kita tunggu intruksi pimpinan,” tandasnya sambil berlalu pergi.

TPS 28 berada di gedung Graha Pattimura Rutan Ambon. Tampak, puluhan warga binaan berada disisi kanan dan kiri gedung. Mereka masih menunggu kejelasan apakah bisa dapat memilih atau tidak. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top