8 Partai Menolak Hasil PPK Huamual

by

Ambon, ameksOnline.- Tingkat kecurangan tinggi di sejumlah TPS di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat memantik delapan partai politik menolak menandatangi berita acara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan Huamual.

Sejumlah calon anggota legislatif dapil Kecamatan Huamual mengajukan protes. Mereka mendugA terjadi kecurangan perhitungan ulang pada TPS 12 Desa Luhu. Penolakan disampaikan langsung oleh Abdullah Silehu Caleg dari Partai Berkarya kepada AmeksOnline, Selasa (30/4) malam.

Dia meyayangkan proses perhitungan suara yang dilakukan oleh PPK Kecamatan Huamual. Dia menuding, petugas yang membacakan hasil perolehan suara tak jujur. Suara caleg lain, yang dibaca, adalah caleg lain.

” Dalam surat pernyataannya, kami menyatakan menolak perhitungan surat suara oleh PPK Kecamatan Huamual karena terjadi pelanggaran. Anehnya, PPK Kecamatan Huamual menolak dengan alasan bahwa mereka tetap pada peraturan PKPU,” kata Abdullah Sillehu Caleg dari Partai Berkarya kepada AmeksOnline,Selasa (30/4).

Menurutnya, penyataan penolakan itu atas kesepakatan bersama partai Berkarya, PSI, PPP, Golkar, Perindo, Nasdem, Gerinda dan PKS. Selain TPS 12 kata dia, diduga kuat terjadi pelanggaran pada semua TPS di Desa Luhu.

Dia yakin, jika terjadi perhitungan ulang pada TPS 12, maka akan ditemukan pelanggaran. Dan hal tersebut bisa berpotensi terjadi perhitungan ulang di TPS lain. Karena dugaan pelanggaran bukan hanya terjadi pada TPS 12.

” Sungguh disayangkan jika namanya Mangga tetapi yang dibacakan adalah Manggis. Hal tersebut memang aneh tapi nyata terjadi. Saya berharap kedepan  agar proses demokrasi jangan dipecundangi dengan bentuk kecurangan seperti ini,” harapnya.

Selain itu, dia tak rela, suaranya diambil oleh orang lain. Dia mengungkapkan, pada TPS 1 sampai dengan TPS 28 di Desa Luhu ada caleg dari partai Gerindra atas nama Djumiati Pontoliga Silehu telah menggunakan hak pilihnya, naas saat perhitungan suaranya tak ada sama sekali.

Hal tersebut kata dia, telah dilaporkan ke Panwas Kecamatan Huamual, namun tak direspon. ” Sekali lagi kami katakan, kami tidak rela dan kami katakan haram hukumnya,” kata Abdullah Sillehu Caleg asal partai berkarya saat membacakan pernyataan dihadapan ketua PPK Kecamatan Huamual di kantor Kecamatan Humaual, Selasa,(30/4).

Menurutnya, kalah dan menang  dalam ajang pemilu 2019 bukan menjadi hal yang lumrah. Namun kekalahan bisa diterima jika proses demokrasi berjalan secara jurdil dan aman tanpa harus dicundangi dengan sebuah pelanggaran.

” Demikian pernyataan ini kami sampaikan, kurang lebih kami mohon maaf dan kami tinggalkan tempat pleno PPK ini sampai ketemu dilain waktu,” tutup Sillehu sebelum meninggalkan tempat pleno PPK yang bertempat di kantor Kecamatan Huamual.  (AKS)