Satu Tersangka WFC Namlea Dibui

by

Ambon, ameksOnline.- Setelah Kejaksaan Tinggi Maluku mengantongi hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan, kemarin, tersangka korupsi proyek water front city Namlea, Kabupaten Buru, resmi ditahan. Audit dilakukan BPK terhadap penggunaan APBN tahun 2016 untuk proyek itu.

Tersangka yang ditahan, adalah Muhammad Duwila. Dia satu dari empat tersangka yang ditetapkan Kejati Maluku. Penahanan terhadap Duwila dibenarkan, Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette. Duwila sendiri adalah, kuasa dari PT Aego Media Pratama.

” Iya benar hari ini tersangka Muhammad Duwila Resmi Ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan tambahan di ruang penyidik. Yang bersangkutan telah tahan pada rutan kelas II A Ambon,” jelas Samy.

Menurut Samy, tersangka dijerat pasal 2 jo pasal 18 Undang – Undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selain itu, kata dia, tersangka akan ditahan selama 21 hari. Alasannya karena penyidik kuatir tersangka kabur dan menghilangkan barang bukti. Akibat perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 6 milyar lebih.

Sebelumnya kata Samy, dalam kasus tersebut dua tersangka pada tanggal 29 April 2019 dua tersangka yakni Sri Jurianty selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Muhammad Ridwan Pattipelouw selaku konsultan

” Untuk tersangka Sahran Umasugi selaku pemegang proyek tersebut, penyidik sedangkan melakukan panggilan kepada yang bersangkutan, semoga yang bersangkutan hadir tanpa harus dijemput paksa oleh tim penyidik,” pungkasnya. (AKS)