4 Penyelenggara Pemilu di Maluku Kembali Gugur

by

Ambon, ameksOnline.- Penyelenggara pemilu di Maluku berduka lagi. Data sementara KPU Maluku, sudah ada lima orang penyelenggara yang meninggal dunia, bertambah dari sebelumnya hanya satu orang.

Laporan terbaru dari KPU Provinsi Maluku yang diterima AmeksOnline, Rabu (1/5) menyebutkan, tak hanya satu, tetapi lima penyelenggara yang meninggal dunia. Mereka adalah Selvianus Itranbey, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 1 Desa Adodo Molu, Kecamatan Molu Maru, Maluku Tenggara Barat akibat kelelahan.

Selain itu, anggota KPPS TPS 03 Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Ruth Sinai yang meninggal pada 16 April. Almarhum meninggal setelah kembali mendistribusikan C6 kepada pemilih.

Selanjutnya, Simson Ingratubun yang meninggal pada Minggu (28/4) Ia adalah Sekretaris Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Ohoiwait, Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara. Penyebanya juga karena kelelahan.

Kemudian, ketua TPS 26 Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Yusuf Tuatparu juga mengakhiri usianya. Sehari setelah pencoblosan atau 18 April lalu, Yusuf Tuatparu sempat pingsan saat penghitungan suara di TPS.

Yusuf langsung dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy, Ambon. Setelah sembuh, ia kembali bertugas. Namun, ia terjatuh saat penghitungan suara di TPS tersebut pada Rabu (1/5) pukul 15.00 wit karena kelelahan.

Pada hari yang sama, Viktor Imnana juga mengakhiri usianya. Ketua KPPS TPS 04 Desa Tela, Kecamatan Pulau Babar, Maluku Barat Daya itu meninggak dunia pada pukul 14.00 wit.

“KPU Provinsi Maluku menyampaikan duka cita mendalam. Semoga jasa dan amal bakti para pahlawan demokrasi ini diterima Tuhan yang Maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan ketabahan,”ucap Ketua KPU Provinsi Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, kemarin.

KPU Maluku memastikan, penyelenggara yang meninggal dunia akan mendapat santunan. “KPU Provinsi Maluku akan menyampaikan kepada KPU RI sebagaiamana KPU RI telah menyampaikan kepada Menteri Keuangan agar diberikan santunan,”kata Rifan. (Tab)