Aparat Kemanan Perketat Keamanan di Latu-Hualoy

by

Ambon, ameksOnline.- Mengantisipasi aksi bentrok susulan di dua Desa bertetangga di Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB, Desa Latu dan Hualoy, pihak aparat kemanan bekerja cepat. Saat ini, situasi mulai meredah. Namun, peningkatan keamanan terus diperketat.

Saat ini personil dari Anggota Polres SBB, dan personil Brimob telah berada di Lokasi, dipimpin langsung Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan dibantu personil TNI.

“Kapolres pimpin pengamanan di TKP. Saat ini sudah ada pasukan dari Polres, dan Brimob termasuk dari TNI,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat kepada AmeksOnline, tadi malam.

Ia menyebut, kehadiran pasukan TNI /Polri ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman di dua Desa setempat. Ini dilakukan, agar tidak ada lagi bentrok susulan. “Tentunya pengamanan ditingkatkan, sampai saat ini dan dipimpin pa Kapolres,” singkat dia via Whatshapnya.

Sementara Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, saat ini kasusnya  sementara dalam penyelidikan. “Dalam penyelidikan,” singkat dia.

Diektahui, seorang warga Desa Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dianiaya hingga tewas, Sabtu (4/5) siang. Dia mengalami luka bacok pada beberapa bagian tubuhnya di perairan perbatasan Desa Latu dan Hualoy.

Syamsul Lussy (38) akhirnya dievakuasi ke rumah sakit Piru, SBB setelah berhasil diselamatkan aparat keamanan dari amukan massa. Siapa mereka, hingga tadi malam belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian.

Awalnya Syamsul bersama isteri dan anaknya dari Lastetu, Desa Kamariang, SBB menumpangi speedboat hendak menuju Hualoy. Jarak Lastetu ke Hualoy tak jauh. Untuk sampai ke Hualoy, bisa melalui jalur darat. Namun karena konflik Hualoy-Latu, jalur darat tidak dilaluinya.

Mereka hendak melaksanakan sahur pertama di Bulan suci Ramadhan. Dalam perjalanan sekira pukul 15.10 Wit, mesin speedboat yang ditumpanginya tiba-tiba mengalami mati mesin. Kerusakan terjadi dekat desa Latu. Saat speedboat itu dalam perbaikan, muncul sejumlah orang dari arah Desa Latu.

Mereka menggunakan parang, dan menghampiri Syamsul. Syamsul yang ketakutan bermohon untuk tidak dianiaya sejumlah orang ini. Namun belas kasih Syamsul tidak direspon. Dihadapan anak dan isterinya, mereka  menganiaya Syamsul.

Disaat hampir bersamaan, sekira pukul 15.25 Wit, Letda Ida anggota BKO TNI yang pos di Tomalehu mendapat telepon dari Kapolsek Amalatu terkait penganiayaan terhadap Syamsul. Mereka langsung menuju hutan Latu lokasi terdamparnya speedboat.

Saat tiba di lokasi kejadian, empat anggota TNI menemukan sejumlah warga yang sedang menganiaya Syamsul. Aparat TNI langsung memerintahkan mundur. Orang-orang itu meninggalkan Syamsul bersimbah darah. Korban dievakuasi ke jalan utama, dan dievakuasi menggunakan truk ke RS Piru, Kota Piru.

Seorang anggota Polres SBB yang dikonfirmasi ameksOnline membenarkan adanya insiden itu. Saat ini aparat keamanan dari TNI dan Polisi sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. “Masih dalam pengejaran. Kita berharap, masalah ini diserahkan penanganan hukumanya kepada aparat keamanan,” kata dia.

Sementara itu, di perbatasan dua desa aparat keamanan kembali dipertebal. Sebelumnya kondisi dua desa sempat kondusif setelah konflik berkecamuk Maret lalu. Dalam konflik itu, sejumlah orang dari dua desa meninggal dunia. (NEL)