Pemain SSB Bursel Fc Lolos ke Thailand

by

Ambon, ameksOnline.- Sekolah Sepak Bola (SSB) Bursel Fc, patut berbangga hati.  Adrian Yusnan lolos seleksi AIA 100 Talents Go To Phuket Thailand. Anak asuh dari Rahmat Dasuki dan Muhammad Saleh ‘Mocal’ Lestaluhu ini tampil luar biasa saat melakoni proses seleksi selama dua hari di Tarembal Matawaru Tulehu, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, akhir pekan kemarin.

Selain Yusnan, ada empat pemain lain yang juga diberi kesempatan oleh tim pelatih AIA untuk belajar ilmu sepakbola di Thailand, Juni hingga Juli 2019 mendatang. Mereka adalah Muhammad Zidan Lestaluhu, Muhammad Gufran, Muhammad Zein Patty dan Rahmad Nazwan.

Pelatih kepala SSB Bursel Fc, Rahmat Dasuki sempat dibuat kaget dengan torehan prestasi Yusnan yang bisa masuk ke-5 besar  mengikuti AIA 100 Talents Go To Phuket Thailand.’

”Dari disiplin anaknya bagus kemampuan dalam bergelut dengan bola dia sangat kerja keras, yang buat bagus lagi keluarganya mensuport hal itu,’’ ungkap Dasuki saat berbincang-bincang dengan Ambon Ekspres di Tulehu, akhir pekan kemarin.

Coach RD, sapaan akrab Dasuki menyampaikan, Yusnan yang terlihat mempunyai kualitas, dengan kedisiplin pekerja keras saat latihan serta intelejen visi misinya cukup bagus dan saat seleksi kemarin, ia berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya.

”Di seleksi dengan harus bersaing dengan ratusan peserta pada tahap pra seleksi dan berhasil lolos ke fase seleksi (masuk 40). Kami selalu berharap Yusnan bisa jadi pemain berkulitas, memiliki attitude andal,’’ harapnya.

RD mengungkapkan, yang membuat dirinya bangga adalah Yusnan merupakan satu-satunya wakil dari SSB Bursel Fc yang mengikuti proses seleksi menuju Thailand.’’ Kalau SSB lain kan mengirim perwakilannya lebih dari satu orang. Namun, kami dari SSB Bursel hanya mengirim Yusnan. Meski begitu, Yusnan berhasil menunjukkan kepada semua orang bahwa ia laik bersaing dengan pemain lain dalam proses tersebut dan Alhamdulillah, dia lolos ke Thailand,’’ ungkapnya.

Dasuki hanya bisa bangga dan tidak bisa berkata banyak mengenai torehan prestasi anaknya asuhannya itu.’’ Alhamdulillah bangga sekali. Saya tidak pernah bermimpi Yusnan bisa lolos, awalnya juga saya sempat ragu,’’ beber dia.

Sebab, lanjut Dasuki, saat berada di Tarembal Matawaru, dirinya sempat dibuat kaget dengan ratusan peserta yang mengikuti seleksi AIA 100 Talents Go To Phuket Thailand.’’ Pernah berpikir kurang yakin Yusna bisa lolos. Dengan persaingan yang luar biasa. Tapi alhamdulillah anak asuhnya diberi kesempatan untuk belajar ilmu sepakbola di Phuket dan ini prestasi ini juga akan menjadi motivasi bagi pemain SSB Bursel yang lain,’’ tutup Dasuki.

Sementara itu, Muhmmad Saleh Lestaluhu, Asisten Pelatih SSB Bursel Fc menuturkan, kerja keras dan disiplin menjadi kunci utama lolosnya Yusnan ke Thailand.’’ Ini kesempatan emas bagi Yusnan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ia laik mewakili Maluku untuk belajar sepakbola di Thailand dan hasil yang ia dapatkan saat ini adalah berkat kerja kerasnya dalam proses latihan selama ini,’’ ungkap Saleh.

Saleh menambahkan, selama seleksi pemain, Yusnan selalu menjadi perhatian para pelatih kerena kemampuan lebihnya sehingga selalu menjadi contoh bagi rekan pemain lainnya.’’ Buat Yusnan harus lebih tingkatkan performans latihan dan harus memiliki prinsip tiada hari tanpa latihan sehingga ke depan menjadi pemain brilian dengan reputasi besar. Juga, menjadi incaran klub-klub besar tanah air. Masyarakat Bursel tentu mendukung dalam doa,’’ pungkasnya.

Dibagian lain, Ketua PSSI Maluku, Sofyan Lestaluhu mengharapkan kelima pemain yang lolos seleksi dapat mempersiapkan diri lebih baik dan jangan lekas berbesar hati, karena masih banyak tantangan ke depan.’’

Jangan berpuas diri karena tantangan ke depan lebih besar lagi. Jadi, harus tetap fokus dalam melakoni setiap proses. Selama kepada Yusnan dan kawan-kawan. Tunjukkan bahwa kalian laik mewakili daerah ini,’’ singkap Sofyan.

Sebelumnya, ketua tim seleksi AIA wilayah timur, Imran Nahumarury memaparkan, acara bertajuk AIA 100 Talents Go To Phuket ini merupakan bagian dari perayaan 100 tahun AIA berdiri.’’ AIA 100 Talents Go To Phuket ini adalah inisiatif kami untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini,’’ ungkap Nahumarury.

Lantas apa yang diberikan oleh para tim pelatih di seleksi kali ini? lanjut Nahumarury, tidak begitu berat metode yang diberikan oleh kami (tim seleksi) dalam proses seleksi pemain kali ini.’’ Kami memberikan kesempatan yang sama kepada semua pemain untuk bermain dengan waktu yang lama. Ada beberapa aspek yang dinilai dari fase. Jadi, kami tetap objektif dalam penilaian,’’ ungkapnya.

Sebagai pelatih, mantan pemain Persija dan Persib Bandung ini, memuji talenta para pemain yang mengikuti seleksi kali ini. Para pemain akan diberikan latihan sesuai dengan filosofi sepakbola yang dianut oleh akademi Tottenham Hotspur.

”Maluku memiliki talenta pemain yang sangat bagus. Namun, masalahnya bukan perkara talenta, melainkan terletak pada (minimnya) kesempatan bermain anak-anak ini. Program dan kompetisi pemain usia muda juga masih sangat minim di Indonesia, termasuk di Maluku,’’ bilangnya.

”Penilaian yang kami lihat sesuai dengan filosofi akademi Tottenham Hotspur. Kami sangat mengagungkan filosofi sepakbola menyerang dan juga kami lihat cara bertahan dari mereka,’’ sambung dia.

Mantan gelandang Timnas Indonesia ini menambahkan, program pencarian bakat muda ini adalah lanjutan dari program AIA Sepakbola untuk Negeri yang diluncurkan sejak 2018 lalu. Adalah mantan pesepak bola Inggris, David Beckham menjadi duta global untuk program ini.’’ Ya, semoga mereka yang terjaring hari ini (kemarin) bisa menunjukkan kualitas terbaik saat melakoni training camp bersama Global Development Coach Tottenham Hotspur di Phuket, Thailand nanti,’’ demikian Nahumarury.(ZAL)