Merkuri Diselundupkan Dalam Batok Kelapa

by

Ambon, AmeksOnline.-Modus baru, cara yang ampu mengelabui pihak kepolisian dari niat jahat. Buah kelapa kering didesain dengan memotong ujung, dipakai  menyelundup merkuri alias limbah berbahaya itu di dalam buah kelapa.

Kejahatan mereka itu diketahui. Pihak Polsek KPYS berhasil menggagalkan puluhan buah kelapa berisi mercuri itu. Ada ratusan kelapa yang dimasukan dalam karung, dan dimuat didalam kontainer Pelabuhan Yosudarso Ambon.

Dari ratusan kelapa itu, hanya ada beberapa buah kelapa yang terisi merkuri. Modus ini dilakukan para pelaku untuk mengelabui polisi. Didalam mobil truck berwarna hijau dengan Plat Polisi, DE 8612AU polisi menyita lima buah kelapa yang terisi merkuri.

Diamankan, kemudian digiring ke Mapolsek KPYS. Sopir angkut Truck, TAMA dan penjaga konteiner, YAN kemudian diringkus dan dijadikan tersangka.

Informasi yang diperoleh ameksOnline menyebutkan, pihak Polsek KPYS Ambon berhasil menggalkan penyelundupan merkuri dengan modus dimasukan dalam buah kelapa yang kering, pada Minggu (12/5) pagi.  Kelapa-kelapa itu ditampung dalam konteiner, sambil dimuat menggunakan mobil truck.

Barang berbahaya ini, diduga berasal di Pulau seram. Diangkut menggunakan kapal laut, kemudian akan dikirim ke luar pulau Maluku, menggunakan jasa kapal laut.

“Jadi saat pagi itu (Minggu), kita berhasil menangkap peredaran mercuri di pelabuhan Yosudarso. Barang bukti kelapa yang terisi dalam karung di dalam konteiner kita amankan. Selain itu, ada juga lima buah kelapa yang kita amankan diatas truck pemuatan kelapa itu, didalam kelapa terisi merkuri,” ungkap sumber kepolisian dari Mapolsek KPYS kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Menurutnya, saat penangkapan itu, dua pelaku terduga penyelundupan barang haram itu, juga ikut diamankan beserta alat bukti lainnya. “dua pelaku, bersama BB Mobil Truck dan kelapa kita amankan,” jelas sumber.

Wakapolres P Ambon dan Pp Lease, Kompol Ferry Mulyana kepada Ambon Ekspres membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, setelah dilakukan penangkapan dilakukan laporan polisi tertanggal 14 Mei 2019.

“Ya, benar. Kedua pelaku dan BB mereka sudah diamankan. LP mereka sudah ada dan dibuat tertanggal 14 Mei 2019,” terang Ferry.

Ia mengaku, terhadap kasus ini, penyidikan masih terus berjalan. Soal pemilik, dan direncanakan barang berbahaya ini di kirim kemana. “Merkuri ini dari pulau Seram tujuan Ambon. Ada giat di pelabuhan oleh anggota ditemukan, dan langsung diamankan. Pemiliknya siapa, masih dalam pengembangan,” ujar dia.

Ia mengaku, setelah penangkapan kasus ini oleh Polsek KPYS, kemudian kasus ini diserahkan ke Direktorat Kriminal Kusus (Dirkrimsus) Polda Maluku, untuk penindakan hukum lebih lanjut.

Kedua pelaku, TAMA dan YAM diketahui melanggar pasal 161 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sementara Kapolsek KPYS, AKP Teddy enggan berkomentar dalam penangkapan kauss tersbut. “Sabar y, masih dalam pengembangan,” singkat Tedy melalui pesan singktnya. (NEL)