Pelaku Ditangkap, Warga Latu Ngamuk

by

Ambon, ameksOnline.- Situasi keamanan Latu-Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat yang sempat tegang paska terbunuhnya Syamsul Lussy, Rabu (15/5) kembali bergejolak. Insiden ini terjadi setelah polisi masuk dan menangkap seorang pelaku pembunuhan di Desa Latu.

Konsentrasi massa terjadi di Desa Latu.  Informasi yang diterima ameksOnline malam ini, kantor Polsek Amalatu dilempari warga hingga rusak.  Penangkapan ini dilakukan pihak aparat keamanan dari Kepolosian dibantu aparat TNI.

Saat penangkapan dilakukan, warga Latu tak terima. Mereka kemudian, melakukan aksi protes hingga ke Mapolsek Amalatu. Sampai malam ini massa  dari Latu tumpah ruah di jalanan, Desa setempat.

Mereka memprotes keras pihak kepolisian atas dua warga yang diamankan terkait pembunuhan terhadap warga Hualoy.

Protes mereka hingga ke Mapolsek. Pasalnya, setelah dua orang terduga pelaku yang diamankan itu, langsung digiring ke Mapolsek Amalatu. Informasinya  warga Latu telah melakukan blokir terhadap jalan.

“Ya, tegang. Infonya pelaku diamankan, dan warga Latu demo di Polsek Amalatu,” ucap salah satu warga Desa setempat kepada media, sore tadi.

Kapolsek Amalatu, Iptu Max Lesilolo membenarkan hal tersebut. Namun, dia saat ini belum bisa berkomentar . “Sabar Dolo. Ada tegang ini,” cetus Kapolsek lewat seluler sore tadi, dengan dialeg Ambon.

Diektahui, seorang warga Desa Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dianiaya hingga tewas, Sabtu (4/5) siang. Dia mengalami luka bacok pada beberapa bagian tubuhnya di perairan perbatasan Desa Latu dan Hualoy.

Syamsul Lussy (38) akhirnya dievakuasi ke rumah sakit Piru, SBB setelah berhasil diselamatkan aparat keamanan dari amukan massa. Siapa mereka, hingga tadi malam belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian.

Awalnya Syamsul bersama isteri dan anaknya dari Lastetu, Desa Kamariang, SBB menumpangi speedboat hendak menuju Hualoy. Jarak Lastetu ke Hualoy tak jauh. Untuk sampai ke Hualoy, bisa melalui jalur darat. Namun karena konflik Hualoy-Latu, jalur darat tidak dilaluinya.

Mereka hendak melaksanakan sahur pertama di Bulan suci Ramadhan. Dalam perjalanan sekira pukul 15.10 Wit, mesin speedboat yang ditumpanginya tiba-tiba mengalami mati mesin. Kerusakan terjadi dekat desa Latu. Saat speedboat itu dalam perbaikan, muncul sejumlah orang dari arah Desa Latu.

Mereka menggunakan parang, dan menghampiri Syamsul. Syamsul yang ketakutan bermohon untuk tidak dianiaya sejumlah orang ini. Namun belas kasih Syamsul tidak direspon. Dihadapan anak dan isterinya, mereka  menganiaya Syamsul.(Nel)