Terkait Latu-Hualoy, Pangdam: Negara tak Boleh Kalah

by

Ambon, ameksOnline.- Pangdam VI/Pattimura, Mayjen Marga Taufiq mendukung langkah hukum yang dilakukan polisi dengan menangkap pelaku pembunuhan Syamsul Lussy. Dia menegaskan, negara tidak boleh kalah terhadap pelaku kejahatan.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian telah memberikan ruang bagi para terduga pelaku  menyerahkan diri. “ya, benar. Intinya, Negara tidak boleh kalah sama pelaku tindak kejahatan. Negara tidak boleh kala. Dan kami, sama pa Kapolda terus berkoordinasi soal hal ini,” tegas dia.

Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa kepada Ambon Ekspres membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang terduga pelaku berinisial KP. Untuk pengamanan dia sudah mengarahkan 100 personil ke daerah perbatasan Latu-Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Ya, tadi, di Polsek (Polsek) Amalatu, saat dilakukan razia oleh anggota ditemukan salah satu pelaku didalam mobil. Saat ditemukan, langsung diamnkan ke Polsek setempat,” ungkap Kapolda Maluku, Ambon Ekspres, tadi malam.

Ia mengaku, saat ini kondisi di Desa Latu, terus dintensfan penagamanannya oleh anggota polisi . Pasalnya, paska penangkapan satu  pelaku (KP) tadi, terjadi aksi protes dari warga Latu.

“Mulai malam ini, pengaman intensif dilakukan oleh anggota, dan situasi sudah  kondusif. Total 100 anggota yang kita terjunkan untuk pengamanan proses disana,” cetus dia.

Ia berharap, para pelaku yang diduga turut melakukan tindakan pembantaian terhadap Syamsul Lussy warga Desa Hualoy,  menyerahkan diri, sehingga tidak menimbulkan tindakan-tindakan hukum yang lain.

“Kita berharap para terduga pelaku itu segera menyerahkan diri. Intinya, kami melakukan pendekatan secara persuasif. Dengan menyerahkan diri, maka akan tercipta suatu rekonsiliasi yang baik antar kedua desa tersebut,” ujar dia.

Sebelumnya terjadi Konsentrasi massa  di Desa Latu. Informasi yang diterima kantor Polsek Amalatu dilempari warga hingga rusak. Penangkapan ini dilakukan pihak aparat keamanan dari Kepolosian dibantu aparat TNI.

Saat penangkapan dilakukan, warga Latu tak terima. Mereka kemudian, melakukan aksi protes hingga ke Mapolsek Amalatu. Sampai malam ini massa dari Latu sempat tumpah ruah di jalanan, Desa setempat.

Bunyi tembakan juga sempat terdengar dari Desa Latu. Mereka memprotes keras pihak kepolisian atas pelaku yang diamankan terkait pembunuhan terhadap warga Hualoy.

Protes mereka hingga ke Mapolsek. Pasalnya, setelah KP terduga pelaku yang diamankan itu, langsung digiring ke Mapolsek Amalatu. Informasinya warga Latu telah melakukan blokir terhadap jalan.(NEL)