Polda Bela Diri, Klaim ada Kontak Senjata

by

Ambon, ameksOnline.- Penangkapan Kurnian Patty membuat tegang kondisi keamanan disana. Aksi protes mewarnai penangkapan terhadap tersangka. Warga Latu ngamuk.

Selain itu, bangunan Mapolsek Amalatu, mulai dari kaca jendela hingga, pintu depan Mapolsek dirusaki warga Latu dengan dihujani Batu. Tak hanya sampai disitu, warga Latu juga memboikat jalan di Desanya.

Mereka mengancam akan membakar kantor Polsek Amalatu, dalam waktu 1 kali 24 jam bila tersangka Kurnian Patty tak di kembalikan. Aksi ini, membuat tegang suasana.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Mohammad Roem Ohoirat mengatakan, Pasukan Brimob dari Masohi dengan mobil, hadir di Polsek Amalatu, untuk memperketat pengamanan disana. Dalam perjalanan, tepat di Desa Latu, mereka diserang. Bunyi bom rakitan, hingga tembakan mewarnai aksi tersebut.

“Jadi terjadi kontak senjata. Dimana, pasukan Brimob diserang dari depan dan belakang, ada tembakan hingga Bom Rakitan. Anggota, terus hati-hati, sambil mengeluarkan tembakan. Nah, dari aksi itu, salah satu anak bangsa kita meninggal dunia, dan duanya luka-luka,” ujar Roem.

Sulaiman Patty (38) tewas ditembak. Sementara duanya, Moktar Patty (luka tembak tangan sebelah kiri dan Asnawir Patty (32) mengalami luka sobek di kepala kiri diduga terkena pukulan popor senjata, sehingga mendapat 20 jahitan, dan saat ini mendapat perawatan intensif di Puskesmas Kairatu.

“Jadi kondisi ini kita tak tau akan terjadi seperti ini. Namun, kita prihatin. Saya tak bisa sebut Brimob yang tembak atau gimana. Saya bisa katakan ya, bisa saja. Tapi ini, kondisi yang terjadi, ada perlawanan disana,” kata dia.

Saat ini, kondisi di Latu terus ditingkatkan pengamannya. Situasi mulai kondusif.(NEL)