Warga Latu Minta Penembak Sulaiman Serahkan Diri

by
Pernyataan Sikap Warga Latu.

Ambon, amekOnline.- Warga Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat mengklaim aksi penembakan yang menewaskan Sulaiman Patty dilakukan oleh oknum Anggota satuan Brimob Amahai, Masohi. Mereka juga menuntut, komandan lapangan Brimob Detasemen B Pelopor, harus menjadi jaminan bila pengusutan pencarian pelaku mengalami jalan buntut.

“Komandan Lapangan Brimob Detasemen B Pelopor, harus secara satria menyerahkan anak buahnya yang melakukan penembakan kepada proses hukum. Pelaku penembakan harus dipecat,” ungkap Muhamad Patty warga Latu melalui rilis yang diterima redaksi ini, siang ini.

Mereka menklaim, aksi brutal dan anarkis Detasemen Pelopor menembak tiga warga Latu, Kecamatan Amalatu, pada puk 21:30 Wit ditengah-tengah kampung. Penembakan, buntut dari konflik Latu dan Desa Hualoy yang  mengalami jalan buntut upaya perdamaian.

Berbagai unjuk rasa, dilakukan oleh kedua warga sebagai reaksi responsif kepada pemerintah.”Tepat pukul 21.30 Wit, Rabu (15/5) rombongan Detasemen B Pelopor Brimob Amahai melakukan aksi penembakan terhadap aksi warga Negeri Latu. Aksi itu, buat tiga warga tertembak, dan satu tewas ditempat. Warga yang korban, Sulaiman Patty (tewas), Muhktar Patty dan Asnawi Patty keduanya mengalami luka tembak,” kata dia.

Ia mengaku, aksi protes dilakukan warga Latu sebagai bentuk perlawanan terhadap penangkapan Kairun (bukan Kurnian) Patty yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Syamsul Lussy warga Hualoy, Sabtu (4/5).

Warga hendak menghalau rombongan aparat Brimob dari Masohi. Ketika terjadi adu mulut, bersama warga. Tiba-tiba terjadi bunyi tembakan lima kali ke arah warga dalam jarak 15 meter oleh pasukan trek kedua.

“Seketika itu pula Sualiman Patty tewas ditempat. Melihat tiga warga yang tersungkur jatuh. Serentak warga melempar dengan Kayu, batu dan tiga buah bom rakitan. Mereka membalas reaksi warga Latu dengan tembakan rentetan selama kurang lebih 10 menit ke arah warga, dan rumah warga lurus ke arah jalan raya trans seram,” kata dia.

Akibat itu, lanjut dia, rumah warga di tepi  jalan mengalami rusak ringan (Dindingnya berlubang). Oleh karena itu, warga masyarakat Negeri Latu menuntut agar pelaku dugaan penembak segera ditangkap atau menyerahkan diri untuk diproses hukum.

“Pelaku penembak warga Latu harus dipecat dari institusi Brimob. Komandan lapangan, Brimob Detasemen B Pelopor harus menjadi jaminan bila dalam proses pengusutan, pencarian, pelaku mengalami jalan buntut,” tegas dia.

Menurutnya, seyogyanya aparat Brimob sebagai pasukan elit Polisi harus menjaga dan melindungi rakyat, harus mengayom rakyat, bila rakyat hendak, sedang, dan setelah menyampaikan atau menyuarakan suara hati mereka pada negara.

“Brimob bukan aparat satu golongan, melainkan aparat  Negara. Karena itu,  wajib melindungi warga negara walau dalam keadaan apapun. Kami mengutuk tindakan brutal anarkis yang dilakukan oleh rombongan Brimob,” tutup dia dalam rilisnya itu. (NEL)