Ketua Bawaslu SBT Perintah Gelembungkan Suara Iparnya

by

 

Ambon, AmeksOnline-Niat buruk Ketua Bawaslu kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Rosna Sehwaky akhirnya beredar. Perintahnya kepada Panwascam untuk menambah jumlah caleg PKB iparnya direkam dan mulai tersebar luas di masyarakat.

Rosna memanfaatkan jabatan dan kuasanya sebagai ketua Bawaslu untuk melakukan ‘kejahatan’ pemilu. Ia meminta bantuan anggota Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) Teor, Rahman Ellys untuk mendongkrak jumlah suara iparnya, Royanto Rumasukun.

Royanto Rumasukun merupakan caleg DPRD SBT dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 2 daerah pemilihan III (Gorom, Gorom, Timur, Kesui, Teor dan Watubela, dan Pulau Panjang). Berdasarkan data C1-KWK, Royanto hanya memperoleh 200 lebih suara.

Karena belum mencukupi suara individu dan akumulasi parpol untuk lolos ke DPRD SBT, Rosna pun melakukan berbagai upaya. Beberapa hari lalu, ia memerintahkan Panwascam Teor untuk melakukan negosiasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat untuk menabahkan suara Royanto.

Percakapan Rosna dan Rahman Ellis dengan dialeg Ambon itu, ternyata terekam. Dalam rekaman percakapan berdurasi 5 menit 10 detik itu, Rosna mengklaim, jumlah suara Royanto sudah sekitar 600.000, selisih sekira 110 suara dengan Gafar Wara-Wara, pesaing terdekat Royanto dari partai yang sama di dapil itu.

Olehnya itu, Rosna meminta bantuan Panwascam untuk menambah suara Royanto, agar melambung Gafar. “Kamong bisa bantu beta ka seng? Beta minta tolong sudah ini. Tidak bisa drive adik laki-laki (ipar) ini punya suara dari situ untuk tambah? Tolong jua e,”demikian permintaan Rosna.

Rosna kemudian menjelaskan modusnya. Ia mengarahkan agar keterangan dalam berita acara rekapitulasi di tingkat PPK, ditulis terpakai habis. Padahal, sisa surat suara di kecamatan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2.596 itu sudah dicoret karena tidak terpakai.

“Dalam berita acara, buat (surat suara) terpakai habis. Lalu, tulis nama (pemilih) tambah di C7 (absensi kehadiran pemilih) supaya dongkrak suara. Kalau mereka mau, bikin seperti itu,”jelasnya.

Ia juga bilang ke Rahman Ellys, agar suara Gafar Wara-Wara dihilangkan. Apabila permohonannya dilaksanakan, Rosna menjamin kelolosan Rahman dan kedua anggota Panwascam pemilu 2019, sebagai Panwascam di pemilihan bupati bupati SBT tahun 2020.

“Pokoknya beta (saya) akan lihat kalian untuk seleksi (Panwascam) Pilbup,”pungkasnya.

Namun, permintaan Rosna tidak dilaksanakan oleh Rahman. Saat itu, ia belum bisa memberi kepastian kepada Rosna karena harus meminta kesepakatan bersama dengan dua anggota Panwascam lainnya, dan PPK Teor. “Nanti saya bicarakan dengan dua Panwas lainnya,”ungkap Rahman.

Rupanya, ini hanya tanggapan sesaat Rahman untuk menyenangkan hati Rosna. Sebab, pada akhirnya, Rahman dan dua rekannya tidak melakukan penggelembungan suara karena tindakan itu melanggar aturan pemilu dengan ancaman pidana.

Segera Dipanggil

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku akan memanggil Rosna untuk klarifikasi. Bawaslu juga menerima rekaman percakapan tersebut.

“Iya, kita sudah mendapatkan kiriman rekaman percapakan teleponnya itu. Dan kami akan melakukan rapat internal di Bawaslu untuk memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keteragannya,” kata anggota Bawaslu Maluku Subair kepada Ambon Ekspres, Kamis (16/5).

Dikatakan tujuan dipanggilnya ketua Bawaslu SBT untuk memastikan hasil percakapan rekaman. Jika benar itu merupakan suara dan nomor telepon Rosna, akan diberi sanksikarena telah melanggar aturan.

Namun, Bawaslu juga berhati-hati jangan sampai ada upaya yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggujawab dengan membuat rekaman untuk saling menjatuhkan.

“Kita tetap panggil yang bersangkutan. Kalau ada faktor saling menjatuhkan maka nanti dilihat. Tapi kalau benar, percakapannya adalah ketua Bawaslu maka tetap diberikan sanksi,” demikian Subair.

Rekaman ini sudah beredar dan jadi buah bibir di masyarakat SBT. Ambon Ekspres memperolehnya dari sumber terpercaya, kemarin. Untuk memastikan itu suara Rosna, Ambon Ekspres mengecek sejumlah orang yang mengenal Rosna.

Semuanya mengaku, suara perempuan dalam rekaman percakapan itu adalah suara Rosna. Rahman Ellys sendiri juga mengakui. “Iya, benar, dia (Rosna Sehwaky) yang telepon,”katanya ketika dikonfirmasi.

Namun, Rosna membantah. Bahkan, dirinya siap ketika dipanggil Bawaslu untuk dimintai keterangan. “Itu bukan saya. Kalau sesuai prosedur lalu saya dipanggil Bawaslu Provinsi, saya siap,”singkatnya. (WHB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *