Proyek BPJN Maluku-Malut Penuh “Lubang”

by

Ambon, ameksOnline.- Belum dua tahun proyek ini selesai dikerjakan, jalur jalan Pelita Jaya-Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat sudah mengalami kerusakan parah. Hal yang sama juga terlihat di jalur jalan Piru-Taniwel di kabupaten yang sama. Proyek ini dikerjakan dua tahun, 2017 dan 2018.

Total anggarannya mencapai ratusan miliar. Dua poros jalan ini dikerjakan oleh PT Gideon Jaya. Untuk jalur Pelita Jaya-Piru tahun 2017, Balai mengalokasikan anggaran Rp40 miliar. Sementara di tahun 2018, sebesar Rp60 miliar. Sementara di jalur jalan Piru, totalnya mencapai Rp40 miliar di tahun 2018.

Proyek ini sejak awal tender sudah bermasalah. Pasalnya perusahan milik ini tak memiliki syarat kelengkapan alat berat. Sesuai aturan, satu paket proyek harus memiliki satu AMP. Gideon Jaya hanya memiliki satu AMP. Namun dalam pekerjaan 2018, Gideon Jaya mengerjakan dua paket, dengan hanya satu AMP. “Harusnya dua paket, dua AMP. Ini yang membuat kualitas jalan itu buruk. Padahal sebelumnya, Balai selalu baik dalam kualitas jalan,” kata sumber ameksOnline, Kamis (23/5).

Di jalur jalan Piru ke Taniwel kondisi jalannya rusak parah. Kata Herman, pengguna jalan yang sering bolak balik jalur itu, jalan itu baru saja dibangun. “Tahun lalu kan mereka baru selesai kerja pak. Sekarang coba liat, kondisinya sangat buruk,” kata dia.

Hal yang sama juga terlihat di jalur Pelita Jaya-Piru. Musa, salah seorang warga mengaku jalur jalan itu sudah rusak. Padahal dibangun selama dua tahun. “Sudah rusak, lalu dibiarkan begitu saja. Padahal baru dibangun. Intinya, pemerintah harus melihat kondisi jalan ini,” kata Musa.(yan)