Aksi Tolak Hasil Pilpres

by

Ambon, ameksOnline.- Aksi terkait kecurangan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, hari ini juga berlangsung di Ambon. Beda dengan di daerah lain, aksi ini tertib, dan berjalan damai. Aksi hanya diikuti sekitar 20 orang.

Aksi dipimpin  Abdul Manan Latuconsina yang adalah sekertaris MUI Kota Ambon. Para pendemo ini sedikit dibanding aparat keamanan kepolisian yang diperkirakan ratusan personil. Dominan Polwan dari Polda Maluku.

Aksi dilakukan usai  sholat Jumat Pukul 14.00 wit. Mereka   melakukan long march dari depan masjid alfatah hingga ke Gong Perdamaian, sambil meyuarakan “Ketidak adilan dalam Demokrasi”.

Dengan mobil pick up berisikan Sound Sistem, para pendemo ini terlihat tenang. Di mobil tersebut tergantung Panflet  yang bertuliskan, “KPU tidak Netral, Tolak pemilu curang, Bawaslu ompong pemilu brutal, Uji forensik kematian 600-an KPPS, dan Pembantaian Mujahid 21-22 Mei pelanggaran HAM berat.

Di depan gong Perdamaian Maluku Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Abdul Manan Latukonsina keoada Ameks Online di aksi itu meminta Putusan KPU harus dibatalkan. Karena semua proses dari awal sarat kecurangan DPT tidak jelas, kertas suara palsu, menghilangkan bukti C1, pembakaran kertas suara, dan rekayasa.

“Diskualifikasi Paslon 01. Karena hasil kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif. Bebaskan dan cabut semua pelaporan terkait tahanan politik. UU ITE makar,” ujar dIA.

Menurutnya, segera dilakukan investigasi terhadap korban pemilu baik anggota KPPS dan Korban Aksi damai di Jakarta, serta dilakukan otopsi. Cari pelaku penyebaran racun, stop penembakan peluru mematikan terhadap peserta aksi damai, stop penyerangan ke rakyat religius.

“Kembalikan kedaulatan rakyat, kembalikan  kekayaan Indonesia, aset-aset negara, lapangan pekerjaan, sistem perekonomian, dan lain-lain yang tidak boleh dikuasai oleh asing,” tutup dia.

Aks itu ditutup dengan doa yang dibacakan oleh, Abdul Manan Latuconsina. Setelah itu, para pengunjuk rasa bubar dengan tertib. (NEL)