Adolof : AJB SPBU Passo Sah Secara Hukum

by

Ambon, ameksOnline.- Pembuatan Akta Jual Beli (AJB) SPBU Passo sudah sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak antara penjual, Josina Alice De Fretes istrinya Jefry Engka dengan pembeli Lidia Lawrence.

Kuasa hukum Ronny Rambitan selaku pemilik SPBU Passo, Adolof Seleky kepada Ambon Ekspres, Senin,(27/5) mengatakan AJB SPBU Passo telah disepakati oleh kedua belah pihak sehingga tidak ada unsur merugikan.

” Iya benar, apa yang disampikan melalui media cetak dan online mengenai masalah AJB ini sangat tidak benar, karena AJB nya dibuat dan telah disepakati oleh kedua belah pihak,” tegas Kuasa hukum Ronny Rambitan selaku pemilik SPBU Passo, Adolof Seleky kepada Ambon Ekspres, Senin,(27/5)

Dia menjelaskan, harga yang disepakati dalam jual beli SPBU Passo adalah Rp 2 milyar. Hal tersebut sebagaimana termuat dalam AJB No 44/AJB/2014 yang dibuat didepan notaris Lidia Gosal dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Menurutnya, mengenai Akta Jual Beli dari Jefry Engka yaitu Josina Alice De Fretes sudah pernah mengajukan gugatan pada pengadilan negeri Ambon. Namun dalam gugatannya, Josina Alice De Fretes kalah dan gugatannya ditolak. hal tersebut dibuktikan dengan putusan pengadilan negeri Ambon No : 187/Pdt.G/2016/PN.Amb tanggal 01 Februari 2017.

” Sesuai fakta hukum, dalam gugatan perkara ini Josina Alice De Fretes sudah kalah dua kali baik ditingkat PN Ambon maupun PT Ambon. Denganm demikian mengenai AJB tersebut telah sah menurut hukum dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” terangnya.

Tak puas dengan putusan tersebut, Josina Alice De Freetes melakukan upaya hukum banding. Namun dalam putusannya, Pengadilan Tinggi Ambon menguatkan putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor :16/PDT/PT.AMB tanggal 09 Juni 2017.

Terhadap putusan tersebut, kata dia, Josina Alice De Fretes tak lagi melakukan upaya hukum kasasi atas perkara tersebut. Dengan demikian, Akta Jual Beli Nomor 44/AJB/2014 adalah sah menurut hukum dan telah mempunyai kekauatan hukum tetap.

” Prinsipnya apa yang telah disampaikan melalui beberapa media online maupun cetak mengenai perkara ini sangat tidak benar. Mestinya jika mereka tak puas terhadap perkara tersebut haruslah menajukan gugatan sehingga persoalannya dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” pungksanya. (AKS)