Rebutan Emas di Gunung Botak

by
Kondisi sebagian besar Gunung Botak di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku telah hancur akibat penambangan emas secara liar seperti pada Minggu (8/11). Lebih dari 1.000 orang tewas akibat kecelakaan kerja dan dibunuh sesama petambang serta banyak warga setempat terpapar merkuri yang digunakan untuk mengolah hasil tambang. Perintah Presiden Joko Widodo agar tambang itu ditutup belum dilaksanakan. Kompas/Fransiskus Pati Herin (FRN) 08-11-2015

Ambon, ameksOnline. – Bupati Buru Ramli Umasugi menegaskan, areal tambang emas Gunung Botak akan kembali di buka. Potensi emas yang besar, diyakini akan membantu mendongkrak pendapatan daerah. Sejumlah perusahaan akan dilibatkan untuk mengelola tambang tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Pulau Buru, Ramly Umasugi dalam sambutannya pada acara Launching Pertamax Pertamina di SPBU 84.97502 Kota Namlea, Kabupaten Buru, Kamis(30/5). Dia mengaku, sudah membicarakan rencana pembukaan dengan Gubernur Murad Ismail.

“Hasil pertemuan dengan Gubernur, kedepan Gunung Botak akan kembali dibuka karena memiliki potensi yang besar bagi daerah ini,” kata Umasugi. Pengelolaan emas ini, akan membantu mendongkrak ekonomi Maluku, juga Kabupaten Buru.

Pembukaan areal tambang akan dilakukan dalam waktu dekat. Sejumlah perusahaan baru akan diundang untuk melakukan investasi. Sebelumnya, tim dari Kemenko Maritim, dan Kemenko Polhukam didampingi Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lomuwa meninjau lokasi tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru, Selasa (26/3).

Tim dari tiga kementerian itu, adalah Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Jamaluddin, Deputi V Kemenko Polhukam Carlo, Dirjen Minerba Kemeterian ESDM, Deputi Kemaritiman Setkab, Dirjen PLSB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Deputi BUMN, Deputi BPPT, Dirut PT. Antam dan Dirut PT. Timah.

Dalam kunjungan itu, tersiar kabar kalau tambang emas Gunung Botak akan dikelola dikelola pemerintah pusat lewat Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan BUMN tersebut yakni PT. Timah dan PT. Antam.

“Kita akan mengusulkan agar teman-teman ESDM mempertimbangkan untuk menugaskan salah satu dari BUMN tambang itu untuk mengelola sumber daya alam dan kawasan ini (Gunung Botak),” kata Deputi Kemenko Maritim Ridwan Jamaluddin usai meninjau Gunung Botak.

Pengelolaan Gunung Botak rencananya dilakukan lewat koorporasi. Masyarakat setempat juga akan dilibatkan, setelah dibentuk BUMD, atau bidang usaha yang lain.”Pada dasarnya pemerintah juga ingin agar masyarakat mendapatkan porsi yang memadai dari keberadaan sumber daya alam ini,” kata Ridwan.

Hal ini sejalan dengan keinginan Bupati Buru. Namun apakah perusahaan baru yang dimaksudkan, adalah BUMN atau perusahaan swasta lainnya, tidak dijelaskan. Dia hanya memastikan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan.

“Nantinya kalau dibuka memang ada perusahaan tapi bukan yang dulu lagi. Perusahaan baru yang nantinya melibatkan masyarakat juga,” tuturnya. Kata dia, setelah dibuka, dia akan meminta adanya dukungan dari berbagai pihak agar potensi-potensi yang nantinya dikembangkan dapat berjalan sesuai target.

“Salah satunya soal bahan bakar minyak. Kalau dibuka aktivitas gunung botak otomatis BBM sangat dibutuhkan. Makanya kami minta perhatian pemerintah agar bisa mendukung dengan ketersediaan BBM di daerah ini,” pintanya. (IWU)