Momentum Mengenang Sejarah Berdirinya Bangsa

by

Ambon, ameksOnline.- Upacara Hari lahir Pancasila dilakukan di beberapa tempat di Kota Ambon. Polda Maluku menggelar upacara di lapangan Letkol Chr. L. Tahapary, Tantui, kota Ambon.  Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa bertindak sebagai inspektur upacara, diikuti oleh seluruh personil dan pejabat utama (PJU) Polda Maluku.

Kapolda Maluku mengatakan, upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini digelar untuk memupuk rasa nasionalisme, serta mengingat jasa para Pahlawan Revolusi.

“Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Ucap Kapolda saat membacakan sambutan Plt. kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (RI), Hariono.

Kesatuan gugusan pulau yang berada di antar dua Samudra Pasifik dan hindia, serta di antara dua benua, Asia dan Australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah-air sebagai satu kesatuan. Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaiman dalam konsep wawasan nusantara.

Di wilayah nusantara lanjut Kapolda, tumbuh flora dan faun yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakteristik dari keindonesiaan. demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indoneia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman.

“Pancasila sebagai dasar negara, Ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupkan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan buat bangsa Indonesia,” papar Kapolda.

Kapolda melanjutkan, walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, diakui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

Pancasila, kata dia, sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-niali Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat pancasila yang berlindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dalam konteks itulah, kata dia, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa mempringati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan.

Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila, Kapolda mengajak semua elemen masyarakat bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

“Pancasila sebagai “leitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia,” sebut dia.(NEL)