Satu Lagi Tersangka Peredaran Merkuri Ditangkap

by

Ambon, ameksOnline.- Satu tersangka penyelundup merkuri dengan menggunakan buah kelapa, kembali ditahan. Penangkapan terhadap Hasanudin Hamzah menambah jumlah tersangka yang ditahan polisi menjadi tiga orang. Sebelumnya polisi sudah menangkap AE dan YR.

Cairan merkuri itu dikemas dalam buah kelapa. Kelapa itu akan dikirim  ke Pulau Jawa dengan peti kemas.

Tak sampai disitu, Penyidik Direktorat Kriminal Kusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku teruz melakukan pengembangan. Hazanudin adalah, warga asal Kabupaten Maluku Tengah.

“Ya, pada hari Kamis (30/5) sekitar pukul 21.00 Wit Tim Tipiter Dit. Reskrimsus Polda Maluku telah berhasil menangkap 1 orang lagi tersangka, berkaitan dengan Kepemilikan bahan berbahaya Mercury dengan Modus dimasukkan/disimpan di dalam Buah Kelapa,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat kepada AmeksOnline, Selasa (4/6) tadi.

Menurutnya, Hazanudin ditangkap berdasarkan  pengembangan dari kasus penangkapan yang sama (Mercury) pada tanggal 12 Mei 2019 sekitar pukul 10.30 Wit di Pelabuhan peti kemas Yos Sudarso Ambon .

“Tersangka ditangkap di rumah anaknya di  Masohi, Maluku Tengah. Tersangka terlibat sebagai pihak yang menyiapkan peralatan, buah kelapa dan mengemas/menyimpan Mercury kedalam Buah kelapa serta menyiapkan alat transportasi untuk membawa kelapa yang berisi Mercury ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon,” jelas Roem.

Hazanudin Hamzah, kata dia telah ditahan di Rutan Polda Maluku. Pengungkapan pengiriman cairan merkuri yang dikemas dalam botol bekas oli bulan lalu, oleh aparat Polsek Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat memperketat pengawasan terhadap pintu masuk.

Pada Ahad (12/5), petugas melaporkan telah mengamankan satu mobil truk yang sedang melakukan bongkar muatan yang isinya adalah buah kelapa kering.

Dari pengecekan tersebut, proses pengangkutan peti kemas melalui perusahaan ekspedisi Meratus tidak normal seperti biasanya,  karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang diperlukan.

Saat dilakukan pengecekan, dicurigai ada buah kelapa yang terdapat bekas tanda potong di bagian kulit atau sabut kelapa. Ketika dibuka ternyata ada sepotong kayu yang menutupi lubang yang menembusi batok hingga daging kelapa.

AE serta YR diamankan dan ditetapkan tersangka. YR adalah supir yang membawa buah kelapa kering dengan mobil truk dari Pulau Seram, sedangkan AE adalah orang yang mengurus proses pengiriman barang ke luar Maluku. (NEL)