Utak Atik “Kabinet” Murad-Orno

by

Ambon, ameksOnline.- Gubernur Murad Ismail mulai menata birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku. Titik awal, menguji kompetensi anak buahnya untuk kursi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. Pengujian selesai, sejumlah nama sudah di kantong Murad.

Bulan ini, kabarnya akan dilangsungkan pelantikan terhadap sejumlah pejabat yang ditunjuk menduduki jabatan penting di Pemprov Maluku. Siapa dilantik, dan siapa tergeser dari kursi kabinet Murad, informasi ameksOnline, sangat bergantung pada sejumlah orang dekat mantan Kakor Brimob Polri itu.

Menurut sumber ameksOnline, ada tarik menarik kepentingan antar orang dekat Murad. Ini terutama terjadi pada kursi Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang saat ini diduduki Ismail Usemahu. “Pak Mail (sapaan Ismail Usemahu) pasti diganti. Sudah disiapkan penggantinya,” kata sumber itu.

Di kubu orang dekat Murad, ada bisik-bisik Muhammad Marasabessy yang dulunya menjabat Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, didorong menggantikan posisi Ismail Usemahu. Muhammad Marasabessy sampai saat ini masih menjadi pejabat di Kementerian PUPR.

“Pak Mat (sapaan Muhammad Marasabessy) didorong oleh Arifin Latuconsina Cs,” kata sumber lainnya. Siapa Arifin Latuconsina? Arifin adalah, teman Murad Ismail saat duduk di bangku sekolah. Ipin –sapaan Arifin, juga punya hubungan kekerabatan dengan Mat Marasabessy.

Selain Mat Marasabessy, ada nama Kasrul Serang yang dipromosikan menduduki jabatan Kadis PU. Selain punya pengalaman, Kasrul juga berasal dari PU Provinsi Maluku. “Tapi baik pak Mat maupun pak Kasrul, dua-duanya kan orang PU,” kata sumber ini.

Pejabat yang juga bakarl digeser, adalah Mohammad Saleh Thio yang kini menjabat Kadis Pendidikan. Ada dua kandidat yang disiapkan mengisi jabatan itu, Rusdi Ambon atau biasa disapa Pak Puti, dan Jasmono.

Informasi ameksOnline, Jasmono yang akan menjabat kursi Kadis Pendidikan, sementara Rusdi Ambon didorong menjabat Direktur PD Panca Karya. Namun informasi lain yang diterima, Rusdi akan menduduki dua jabatan, Kadis Pendidikan sambil menunggu masa pensiun, dan jabatan Direktur PD Panca Karya.

Pengamat politik Unpatti, Amir Kotarumalos yang dimintai konfirmasi terkait kewenangan menata birokrasi, mengatakan sepenuhnya menjadi otoritas Gubernur. Gubernur melalui hak prerogatifnya bisa menentukan siapa layak membantunya dalam mengelolaa pemerintahan.

Meski demikian, untuk menunjuk siapa yang layak menduduki jabatan strategis di pemerintahan, kata dia, ada mekanisme-mekanisme yang sering diterapkan oleh pemerintah, seperti lelang jabatan maupun uji kompentensi masing-masing pejabat.

Pemerintah Provinsi Maluku sendiri sudah menggelar uji kompetensi atau test kemampuan sejumlah pejabat yang bakal dipromosikan menduduki posisi kepala dinas. Prosesnya sudah selesai, dan nama-nama itu sudah di tangan Gubernur Murad Ismail.(yan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *