Berkas Tersangka Sharan Masuk Tahap II

by

Ambon, ameksOnline.- Proses tahap II, segera dilaksanakan penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terhadap Sharan Umasugi, kerabat dekat Bupati Buru, Ramli Umasugi. Status Politisi Partai Golkar itu, sebagai tersangka dan sementara ditahan  di Rutan kelas IIA Ambon, sejak Kamis, 9 Mei 2019.

Sahran terlibat melakukan tindak pidana korupsi proyek water front city Namlea, Kabupaten Buru tahun 2015-2016. Ia salah satu dari tiga tersangka yang telah ditahan sebelumnya. Mereka diantaranya, Muhamad Duwila, Sri Jurianty selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Muhammad Ridwan Pattipelouw selaku konsultan proyek. Pendanaan proyek ini bersumber dari APBN.

“Tinggal menunggu tahap II,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy sapulette kepada Ambon Ekspres diruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, saat ini penyidik sementara menyusun berkas perkara milik keempat tersangka, untuk kemudian ditingkatkan ke tahap penuntutan.

“Jadi, sudah lengkap. Saat ini, penyidik semeentara menyusun berkas perkara untuk tahap II. Jadi ikuti saja, nanti kalau sudah akan disampaikan,” jelas Sammy.

Para tersangka dijerat pasal 2 jo pasal 18 Undang – Undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga tersangka yang masing-masing berinisial SU, SJ dan MD, diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pembangunan WFC Namlea tahap I tahun anggaran 2015 dan tahap II tahun anggaran 2016.

Sedangkan khusus MRP diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pembangunan WFC Namlea tahap I tahun anggaran 2015 saja.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pekerjaan tahap I dan tahap II proyek reklamasi pantai Namlea ini dikerjakan oleh tersangka Sahran Umasugi selaku kontraktor menggunakan bendera PT. Aigo Media Pratama.

Dalam pekerjaannya, anggaran yang diperuntukan untuk pekerjaaan pemancangan tiang dan penimbunan kawasan pantai Merah Putih ternyata tidak pernah dikerjakan, namun dilaporkan rampung 100 persen. (NEL)