Dua Pelaku Pembunuhan di Toisapu Ketangkap

by

Ambon, ameksOnline.- Tim Buser Satreskrim Polres P Ambon dan Pp Lease berhasil mengamankan dua pelaku Tindak Pidana Pembunuhan dan atau Kekerasan bersama yang mengakibatkan Felni Lilipory meninggal dunia. Warga Dusun Toisapu RT 005/05, Felni Lilipory menghembuskan nafas terakhir setelah dianiaya oleh SL (30) dan YL (19).

SL sendiri adalah residivis dalam kasus yang sama. Keduanya diamankan di sebuah rumah di tengah hutan, Desa Kamariang, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB, Kamis (13/6).

Tim buser yang di pimpin KBO Reskrim Polres Ambon IPDA Ikbal mendapatkan informasi di lapangan bahwa, pelaku telah menyebrang dengan feri menuju Desa Kamariang.

Sekira pukul 12.00 Wit tim buser yang dipimpin oleh KBO Reskrim Polres Ambon langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Pada pukul 15.00 wit tim buser yang dipimpin oleh KBO Reskrim Polres Ambon berhasil menangkap ke dua pelaku Stevi dan Ekel di sebuah rumah di tengah hutan Desa Kamariang,” ucap Kasubbag Humas Polres P Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Ameks Online, siang ini.

Di TKP, sekitar pukul 19.30 Wit saat dilakukan pengembangan lanjutan tentang Barang Bukti yang di pakai pelaku untuk melakukan pembunuhan, pelaku berusaha melarikan diri. Dia hendak melakukan perlawanan terhadap petugas.

Pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan dan mengena betis kanan Tersangka. “Setelah dilumpuhkan, sekitar pukul 20.30 Wit pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Saat ini, selain kedua pelaku, dua orang saksi juga sudah diperiksa, dan pelaku telah di tetapkan Tersangka dan telah ditahan di rutan Polres P. Ambon. Perbuatanya keduanya diancam dalam Pasal 338 dan atau pasal 170 KUHPidana,” tandas Kaisupy.

Diketahui, Felni Lilipory akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah dianiaya oleh dua pemuda, Kamis (13/6/2019) sekira pukul 02.30 WIT. Selain itu, satu pemuda lainnya, Brens Thenu dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka tusuk pada bagian dada.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun ameksOnline, keduanya menjadi korban penganiayaan di Jl.Dr.Wem.Tehupiory, Dusun Toisapu Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) oleh dua pemuda menggunakan pisau.

Berdasarkan keterangan dari saksi, Lukas Patiasina (25$ warga Toisapu, saat berada di acara resepsi pernikahan keluarga Markus Kailuhu, Dusun Toisapu, sekira pukul 02.00 Wit. Dia didatangi Yeheskel Lewakabessy yang meminta untuk bantu berkelahi dengan pemuda Dusun Toisapu lainnya.

Permintaan itu ditolak Lukas, dengan alasan tidak ingin berkelahi dan tidak mau ikut-ikutan. Yeheskel kemudian pergi meninggalkan dirinya. Selang sekira 10 menit, Lukas mengaku keluar meninggalkan tempat acara untuk pulang.

Saat tiba tepatnya di depan kios milik Markus Patiapon, dia melihat Yeheskel terlibat perkelahian dengan pemuda Dusun Toisapu lainnya, Andre Lewaherilla. Yeheskel saat itu dipukul oleh Andre Lewaherila.

Melihat adiknya terdesak, Stevi Lewakabessy yang juga berada di lokasi berusaha membantu Yeheskel, namun Stevi memilih untuk melarikan diri karena merasa kewalahan.

Tidak berhasil membalas dendam terhadap Andre, keduanya membuat keributan dengan berteriak menantang dan memaki . Felny Lilipori yang risih dengan teriakan kedua pelaku, kemudian menyampaikan, “Seng ada yang jago disini kaka”.

Mendengar jawaban itu, kedua kakak beradik ini menantang Felny untuk berkelahi. Felny tak mundur. Stevi kemudian mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya dan berlari kearah Felny. Dia melompat menusukkan pisaunya beberapa kali ke tubuh Felny.

Brens Thenu yang melihat temannya ditikam, berusaha untuk melerai, dengan mendorong Stevi hingga terjatuh. Ketika dalam posisi berjongkok menolong Felny, tiba-tiba Brens kembali diserang dari belakang oleh Stevi.

Pisau yang masih berada digenggamannya langsung diarahkan ke bagian dada Brens, yang kemudian melakukan perlawanan. Stevi yang mendapat perlawanan langsung mundur dan Felny berhasil diselamatkan dari lokasi oleh teman-teman lainnya, Indra Samiaputy, Carlos Souhuat dan Michael Kotadini. (NEL)