Fahri Bachmid : Tim Hukum Jokowi – Ma’aruf Siap Hadapi Sidang MK

by

Ambon, ameksOnline.- Sebanyak 33 kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin menyatakan siap menghadapi sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Intinya kami Tim Kuasa Hukum Jokowi – Ma’aruf Amin telah siap 1000% untuk menghadapai persidangan pendahuluan yang akan digelar pada hari jum’at (siang tadi),” ujar Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H. Jumat (14/6).

Fahri Bachmid mengatakan,  seluruh dalil permohonan yang telah diajukan dan dibackan oleh Kuasa Hukum Pemohon Prabowo Subianto – Sandiaga Uno akan dipatahkan secara hukum, yang telah disusun secara sistematis,matang dan terukur.

“Tentunya kita  telah menyiapkan berbagai argumentasi yang berbasis legal -konstitusional, kami telah melakukan analisis yuridis maupun faktual secara tajam dan komprehensif sepanjang menyangkut dengan ‘fundamentum petendi’ permohonan Pemohon BPN,” tuturnya.

Ia menegaskan,  tim kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin yang dipimpin Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra,S.H.,M.Sc, sangat siap menghadapi berbagai agenda persidangan MK. Mereka telah melahirkan berbagai konklusi hukum yang tepat dan responsif sebagai bantahan atas dalil Pemohon.

“prinsipnya tim kuasa hukum Jokowi – Ma’aruf Amin telah siap untuk menghadapi semua agenda-agenda persidangan MK untuk PHPU Pilpres 2019,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (13/6), secara resmi telah ajukan keterangan Tertulis Pihak Terkait (Jokowi – Maaruf Amin) di Gedung Mahkamah Konstitusi RI Jalan Medan Merdeka Barat. Keterangan ini telah diterima oleh kepaniteraan MK. Besok atau hari ini (siang tadi)sesuai relas panggilan sidang dari kepaniteraan, MK akan mengadakan sidang dengan agenda pemeriksaan pendahuluan,yang meliputi pemeriksaan terhadap kejelasan pokok permohonan Pemohon pihak 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Stelah itu kami sebagai Tim Kuasa Hukum Jokowi – Maaruf Amin  akan diberi kesempatan untuk mengajukan Keterangan atau tanggapan atas Permohonan itu.  Kami  pastikan bahwa seluruh dalil yang diajukan oleh Pemohon kubu 02 akan kami patahkan secara hukum, sesuai ketentuan hukum acara mahkamah konstitusi yang berlaku,” tandas pria asal Maluku, Kabupaten Buru itu. (NEL)