Kasat Reskrim Didemo Warga Laha

by

Ambon, ameksOnline.- Sejak siang tadi, Polres P Ambon dan Pp Lease di teriak pendemo. Para demonstran yang kisaran sebanyak 20 orang itu, mendatangi Polres setempat untuk menanyakan keseriusan Kasat Reskrim Polres Ambon, AKP Gilang Prasetya dan anak buahnya terkait penanganan kasus dugaan korupsi dana retribusi CV Batu Prima terhadap Pemerintah Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Sebelum ke Polres, pihak pendemo yang di Koordinir Fahmi Mewar itu melakukan aksi dengan berorasi. Mereka menilai Polres Ambon lemah dan lambat dalam menuntaskan kasus dana Retribusi tahun 2012-2016 didepan Gong Perdamaian, Ambon.

Para pendemo beteriak untuk segera melakukan penetapan tersangka sekaligus menahan mantan Raja Negeri Laha, Said Laturua. Karena diduga, terlibat melakukan dugaan korupsi.

Pantauan Ameks Online di lapangan, setelah di Gong Perdamaian, para pendemo yang dibekali alat peraga aksi, sound sistem yang dimuat satu buah mobil pick up melakukan aksi lanjutan ke Polres P Ambon dan Pp Lease. Belum sampai ke Mapolres Ambon mereka sudah dicegat oleh pihak kepolisian.

Tepatnya di Tugu Trikora, depan Gereja Silo para pendemo ini dihentikan perjaanannya. Pihak kepolisian yang dipimpin Kasat Shabara Polres P Ambon dan Pp Lease, AKP Safrudin mencegat mereka, dengn alasan tidak perbolehkan melakukan aksi di depan Mapolres Ambon, karena disana tempat pelayanan.

Terjadi debat antara massa dengan Polisi. Namun, pendemo  memilih mengalah , dan mengikuti kemauan kepolisian. Perwakilan aksi menghadap ke Polres da atribut aksi mereka ditaruh di depan SMPN 2 Ambon.

Para pendemo itu, kemudian berjalan kaki menuju ruang Reskrim. Sampai disana, mereka tak berhasil ketemu Kasat Reskrim. Karena tak ada. Mereka hanya bertemu KBO Reskrim. Disana, mereka menyampaikan tuntutan terkait kinerja Penyidik Reksim yang lambat menangani kasus retribusi yang telah dilaporkan sejak enam bulan terakhir.

Saat menerima perwakilan Aksi, KBO Reskrim,  Ipda M Iqbal diruang kerjanya mengatakan,kasus penggunaan dana pungutan Retribusi Negeri yang diperoleh akibat adanya usaha tambang galian batuan kali oleh CV Batu Prima dari tahun 2012-2019 masih dalam tahap penyelidikan.

“Kasus ini, masih dalam lidik. Sementara  masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti fisik lainnya. Yang jelas tuntutan kami terima, dan kasus tersbut akan kita tangani,” singka dia kepada mereka.

Setelah itu, para pendemo kembali, dan berharap kasus ini segera dtuntaskan. “Kami sudah diterima. Harapan kami, tuntuta kami untum ketuga kalinya ini segra di proses hingga tuntas,” tandas dia kepada Ameks Online. (NEL)