Dana Pastori Dikorupsi, Werinussa: Kami Tidak Tau

by

Ambon, ameksOnline.- Ketua Sinode GPM Ates Werinussa menolak mengomentari terkait kasus korupsi dana hibah untuk pembangunan Pastori IV Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Sementara Kejaksaan Tinggi Maluku mulai mengorek data dari kasus ini.

“Intinya, kami tidak tau, dan kami tidak ingin berkomentar soal itu,” kata Ketua Sinode GPM, Ates Werinussa saat dihubungi ameksOnline, Senin (l7/6) lalu. Padahal dana hibah yang dialokasikan pemerintah provinsi Maluku sebesar Rp650 juta untuk kepentingan keagamaan.

Menyinggung soal, sikap dan dukungan Sinode untuk kasus dugaan korupsi dana pembangunan Pastori Waai itu di usut penegak hukum, lagi-lagi Werinussa tak ingin berkomentar.  “Say tidak tau. Intinya kami tak campur,” tegas dia, sambil mematikan ponselnya.

Sebelumnya, salah seorang panitia pembangunan Pastori kepada ameksOnline, menanggapi dugaan korupsi dana itu. Kata dia, Pastori merupakan sarana penunjang peribadatan keagamaan. Tak wajar, dana hibah yang dialokasikan pemerintah lalu dipakai untuk kepentingan pribadi.

“Karena itu, jaksa perlu bergerak cepat. Buktinya sudah ada berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Mereka yang diperiksa BPK juga mengaku menerima dana itu. Nama-namanya juga sudah ada. Tinggal jaksa meminta keterangan mereka saja,” ungkap dia yang meminta namanya tidak dipublikasi kepada ameksOnline.

Badan Pemeriksa Keuangan RI dalam pemeriksaan terkait penggunaan dana Hibah pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, menemukan aliran dana sebesar Rp650 juta ke anggota DPRD Maluku asal Partai Demokrat, WW.

Dana itu tidak diterima langsung oleh WW. Panitia pembangunan Pastori menyerahkan uang itu melalui dua orang. Tahap pertama dan kedua uang diserahkan kepada asisten pribadi WW, berinisial ML. Sementara penyerahan tahap ketiga, diserahkan melalui saudaranya WW, SM.

Penyerahan juga dilakukan tiga tahap. Tahap pertama, panitia menyerahkan uang sebesar Rp150 juta, pada tanggal 5 Juni 2018. Tahap kedua kembali diserahkan pada tanggal 21 Juni 2018 sebesar Rp200 juta. Sedangkan tahap ketiga diserahkan pada tanggal 31 Januari 2019.

Dalam laporan hasil audit BPK yang dikantongi ameksOnline, juga dirincikan hasil pemeriksaan terhadap WW. Dalam pemeriksaan, anggota DPRD Maluku itu, mengaku menerima dana bantuan hibah pembangunan Pastori sebesar Rp650 juta. Anehnya, bukan dibangun Pastori, dia justeru mengalihkan dana ini untuk pembangunan kantor Jemat GPM Waai.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Maluku mulai mengorek kasus dugaan korupsi pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Rencana pengumpulan bukti sedang dilakukan. “Kami mulai mengumpul bukti. Sejumlah orang akan diperiksa,” kata sumber ameksOnline di Kejati Maluku.

Siapa yang bakal diperiksa, sumber ini mengungkapkan, selain panitia pembangunan Pastori, mereka juga akan memeriksa beberapa orang dari Pemerintah Provinsi Maluku. “Karena dananya dari pemerintah provinsi, ya mereka juga kita periksa,” pungkas dia.(NEL)