Wanita Hamil Ditemukan Membusuk

by

Ambon, ameksOnline.- Barokah, warga  Desa Waekerta, Kecamatan  Waeapo, Kabupaten  Buru,  tak pernah menyangka percakapannya lewat telepon dengan kakaknya,  Sania alias mbak Nia,    pada Minggu  16 Juni 2019, merupakan yang terakhir.

Sang kakak,  yang menetap di Desa Wanakarta/Unit 5, Kecamatan Lolonguba, Kabupaten Buru ditemukan  dalam kondisi tewas mengenaskan di  perkebunan coklat. Kebun itu milik Rahman Besan. Kebun letaknya di Dusun Mahetnangan, Desa Kubalahin,  Kecamatan  Lolongguba, Kabupaten Buru, pukul 09.00 Wit, Rabu (19/6).

Wanita berusia 31 tahun ini mengaku, dalam percakapan terakhir, sang kakak  sempat pamit akan berangkat ke Kota Ambon, hingga kemudian mendapat kabar duka.

“Saya mendengar  informasi bahwa ada penemuan mayat perempuan di Jalan Waeaha. Setelah datang ke lokasi,  saya mengenali pakaian yang dikenakan dan sepeda motor, juga ciri-ciri korban itu adalah kakak saya.  Namun dari pihak kepolisian (Polsek Waeapo) menyampaikan untuk menunggu hasil identifikasi dan olah TKP guna memastikan identitas mayat  karena kondisinya membusuk,”ucapnya.

Sementara itu, menurut sumber kepolisian, jenasah  wanita berusia 35 tahun ini ditemukan pertama kali oleh Ayub Pohi Umasugi  warga Desa Wanareja Kecamatan Waeapo.  Petani  berusia 65 tahun ini menuturkan, sekitar pukul 08.00 WIT  baru menuju ladang  mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Tiba di kebun coklat  milik  Rahman Besan,  dia melihat  satu  motor Honda Beat warna Putih tanpa Nopol. Di Kepala Motor,  terdapat tulisan Putra Rinjani. Saksi  kemudian mendekati motor tersebut  karena menyangka  yang menggunakan sepeda motor tersebut adalah  sesama pencari rumput.

Saat mendekat, ternyata ditemukan sesosok  mayat  berjenis kelamin perempuan dalam keadaan tengkurap di samping pohon coklat.

Korban  mengenakan sweater warna coklat, menggunakan korset warna putih, bercelana panjang biru dongker, dan jilbab  berwarna coklat muda dalam kondisi terlepas di samping kanan.

Melihat kejadian tersebut, Umasugi langsung meminta tolong masyarakat setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Waeapo.

Pada pukul 12.37. WIT , dua anggota Reskrim Polres Pulau Buru di pimpin Bripka Multan Alamudi di dampingi Kanit Reskrim Polsek Waeapo Bripka  S. Daud Sampulawa, Taufikul Ikhsan (Tenaga medis) melaksanakan olah TKP untuk mengenali Identitas mayat dan motif kejadian.

Sumber kepolisian menyebutkan, dari hasil olah TKP sementara, korban adalah Sania alias mbak Nia, kakak kandung dari Barokah.

Pada Pukul 12.45 WIT, jenasah kemudian di evakuasi menggunakan mobil ambulance menuju puskesmas Desa Wanakarta/unit 5 untuk dilaksanakan otopsi.

Dari kondisi tubuh, pihak kepolisian menduga korban ternyata dalam keadaan hamil dan meninggal secara tidak wajar. Polisi hingga kini masih menangani kasus tersebut. (NEL)