Teriaki Proyek Bermasalah, Balai Jalan Didemo

by

Ambon, ameksOnline.- Proyek jembatan Wae Lao, Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah ambruk akibat curah hujan deras pada beberapa waktu lalu. Masyarakat turun jalan, dan menggebrak Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XVI Maluku-Maluku Utara.

Kamis (29/6) pagi, di pelataran kantor Balai, massa menilai, konstruksi bangunan yang tak tuntas pekerjaan dan amburadul itu, berakibat pada ambruknya jembatan tersebut.

Ini berdampak pada, jembatan yang ada pada ruas jalan Tehoru-Laimu itu sulit dilintas masyarakat. Ini mengindikasikan adanya dugaan korupsi atas pekerjaan proyek tersebut.

Di depan Kantor Balai Jalan dan Jembatan Wilaya XI Maluku dan Maluku Utara itu, para pendemo yang berjumlahkan kurang lebih 15 orang itu berteriak adanya korupsi di Balai tersebut.

Dimana menurut mereka, pelaksanaan pembangunan Jembatan Wae Lao adalah Kontrak Tahun tunggal terhitung 31 Desember 2018 selesai dan sisa nilai pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai akhir tahun anggaran, yang tentunya tidak dapat dilucurkan untuk tahun berikut.

“Terkait ketentuan keterlambatan pekerjaan, terjadi proses lanjutan sesuai padal 93 (1) Pepres 54 tahun 2010 jo Pepres 70 tahun 2012 sebagaimaba diberi jangka waktu 50/90 kalender dan sanksi denda. Yang terjadi pekrerjaan tidak dituntaskan,” sebut pedemo.

Mereka mengatakan, seharus sejak Januari 2019 atau masa tambahan waktu 20/90 hari kalender negara sudah mendapatkan pengembalian uang sebesar nilai sisa pekerjaan. Karena, pada dasarnya kontrak tunggal tidak bisa melewati anggaran tahun berjalan.

Peserta demo yang dikoordinatori oleh Umar Ismail Kelihu itu, menilai pelaksanaan pembangunan jembatan Wae Lao masih tetap dilanjutkan dengan penyedia jasa yang sama layaknya Kontra tahun Jamak atau Multi year.

Mereka  menduga telah berakibat adanya kerugian Negara dan upaya main mata pengguna jasa dan penyedia jasa dalam lanjutan pelaksanaan tahun berikutnya secara diam-diam.

“Akan tetapi secara administrasi pekerjaan dinyatakan selesai persis pada tangga 31 Desember 2018 dan memalsukan berita acara penyelesaian pekerjaan, untuk menghindari kerumitan serta menghindari urusan administrasi ubtuk melampirkan jaminan,” ujar mereka.

Aksi demo bertemu dengan pimpinan lembaga tersebut, tak berhasil bertemu, dengan alasan berada di luar kota. Para pendemo yang dikawal Anggota Polisi dari Shabra Polres P Ambon dan Pp Lease dibantu Personil Polsek Teluk Ambon itu hanya ditemuka dengan Staf Informasi Publik BPJN Maluku-Malut, Jance Thenu.

Didepan pagar, Thenu mengaku akan menerima aspirasi para pendemo dan berharapnya para peserta aksi akan menemui pimpinan BPJN pada senin pekan depan.

“Saya terima dan akan saya sampaikan kepada pimpinan. Saat ini pimpinan kami lagi ke luar kota. Untum itu, kami harapkan daoat bertemu pimpinan pada Senin sore,” singkat dia. Aksi demo pun bubar dengan tertib. (NEL)