Nela, Pembunuh 3 Orang Dituntut Mati

by

Ambon, ameksOnline.- Nela Nurlatu harus menerima nasib. Ia dituntut hukuman mati oleh penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru akibat terbukti melakukan pembunuhan sadis di Desa Wailikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Minggu (1/2) lalu.

Setidaknya, tiga tewas. Diantarnya,  IS alias Irma (37), FP (7) dan seorang balita berumur  tahun. Mereka menjadi korban Nela. Duduk tenang menggunakan rompi orange, Nela mendengar pembacaan tuntutan dalam sidang yang di pimpin, Samuel Ginting selaku hakim ketua, dalam sidang yag berlangsung di PN Buru, Kamis (20/6).

“Pada Kamis, (20/6)sekira pukul 11.00 wit, berlangsung  Sidang perkara pembunuhan secara berencana atas terdakwa, Nela Nurlatu alias Nela. Nela dituntut dengan pidana penjara mati (Hukuman Mati),” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulet kepada Ambon Ekspres diruang kerjanya, sore tadi.

Dikatakan, sidang berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Polres Buru dan petugas Kejaksaan, serta dihadiri masyarakat dari Desa Wailikut sebanyak 5 orang.

“Setelah pembacaan tuntutan, sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembelaan oleh terdakwa. Nela (terdakwa)kemudian, lansung dibawa ke Lapas Namlea dengan pengawalan 3 petugas kejaksaan negeri buru,” jeas dia.

Nela dituntut melanggar pasal berlapis, yaitu 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 KUHP, pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2012 Perlindungan Anak, dan pasal 468 KUHP.

Tindakan naas itu terjadi, Minggu (1/2). Nela nekat menghabisi tiga orang, yang tak lain masih kerabat dekatnya dan tinggal satu atap. Dia pertama kali membunuh Irma. Kepala Irma dibacok hingga terlepas dari anggota tubuhnya.

Usai merampas nyawa Irma, terdakwa kembali menebas belakang seorang balita 1 tahun, anak dari Au Nurlatu, diduga saudaranya sendiri.

Saat akan meninggalkan rumah pembantaian, terdakwa melihat FP. Siswa kelas 1 SD ini sedang duduk di rumahnya atau sekitar 10 meter berada di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Diduga tak ingin aksinya diketahui orang lain, ia menghampiri anak malang itu, dan langsung menebas wajahnya dua kali menggunakan senjata tajam (Parang).

Ketiga warga Wailikut ini semuanya tewas bersimbah darah dengan kondisi yang sangat mengenaskan di TKP.

Irma, korban pembunuhan merupakan istri pertama dari almarhum Alim alias Istiar Nurlatu (60). Alim juga dibunuh di rumah yang sama pada 28 Oktober 2018 lalu.

Alim dibantai secara sadis. Kepalanya dilepas dan dibuang ke sungai. Pelakunya adalah Siliwai Nurlatu (38) dan istri kedua almarhum yakni Nela Latbual. keduanya sudah dihukum dan dimasukan ke Lapas Namlea.

Motif dibalik pembunuhan Alim adalah perselingkuhan. Keduanya memiliki hubungan spesial atau berpacaran alias berselingkuh. Karena takut hubungan mereka diketahui sang suami, keduanya menyusun rencana jahat.

Kala itu, Nela membuka jendela kamar disaat melihat suaminya tertidur pulas. Sekira pukul 03.00 WIT, Siliwai masuk dan langsung melepas kepalanya. (NEL)