Panitia Kesal, KMP Tanjung Sole Tunda Keberangkatan

by

Ambon, ameksOnline.- Ketua panitia pelaksana harian MTQ tingkat Provinsi Maluku sangat kesal dengan tindakan ABK KMP Tanjung Sole. Kapal feri tersebut menunda keberangkatan, padahal sudah disewa kontingen asal SBB, Sabtu, (21/6).

Penundaan keberangkatan terjadi saat rombongan kontingen dari Kabupaten SBB tiba di pelabuhan kapal feri Kota Namlea, Kabupaten Buru sekira pukul 20.00 WIT. Selain itu, penundaan tersebut tanpa alasan yang jelas. Padahal semua kelengkapan telah disediakan.

Ketua pelaksana harian MTQ, Provinsi Maluku dalam video yang diunggah di sosial media fecebook dengan nama akun Irfan Hasyim yang berdurasi sekira 7 menit itu, mengatakan  kapal tersebut telah disew bahkan sebelum waktu keberangkatan, panitia telah berkoordinasi untuk keberangkatan pada sabtu malam.

” Bahan bakar pun sudah kami antarkan ke pelabuhan. Anehnya, kapal ini telah kami carter, namun saat hendak dipelanuan kapal tersebut menunda keberangkatan. Padahal bahan bakar telah disediakan satu minggu saat kapal feri tersebut berlabuh di pelabuhan,” kata nya.

Selain itu, salah satu ABK Kapal KMP Tanjung Sole, yang di temui para kontingen dari SBB dan ketua harian pelaksana MTQ Prov Maluku di pelabuhan mengatakan mereka harus menjaga keselamatan penumpang . ” Kita bisa koordinasikan secara baik-baik. Saya juga tak tahu dimana nahkoda kapal,” ucap salah satu nahkoda kapal feri itu kepada panitia dan para kontingen.

Menurut salah satu kontingen yang namanya tak mau diberitakan dalam media ini mengatakan, mereka yang mengantar kafilah sudah menunggu pemerintah daerah kabupaten SBB. Sebelumnya, saat singgah di Manipa kapal tersebut sempat mau mengulurkan waktu keberangkatan ke Namlea.

“Kami paksa harus berangkat karena ada kegiatan pawai Ta’ruf dan akhirnya kapal diberangkatkan,” kata dia.

Parahnya kata dia, anak-anak yang hendak latihan mengaji di mushalah kapal pun mau dibatasi. ” Kita yang mengantar kafila sudah di tunggu pemerintah daerah Kabupaten SBB. Saat kapal ini singgah di Manipa sempat mau mengulur-ngulur waktu keberangkatan ke Namlea sehingga kami paksakan harus berangkat karena mau dilakukan kegiatan pawai Ta’ruf,” kesalnya. (AKS)