Dominggus Diduga Selewengkan ADD Dan DD Negeri Eri

by

Ambon, ameksOnline.- Mantan Penjabat negeri Eri,  Kecamatan Nusaniwe, Dominggus Watilette diduga telah menyampaikan laporam pertanggung jawaban fiktif, terkait penggunaan dan pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

Hal tersebut diungkapkan Hansye Peea, salah satu warga Eri kepada media ini Minggu (23/6/2019). Dia menjelaskan, dugaan laporan fiktif tersebut  terjadi pada item mata anggaran pelantikan Saniri Negeri Nusaniwe tahun 2017 dan dana bencana alam tahun 2018.

” Dalam laporan pertanggung jawabannya, Penjabat Negeri Eri melaporkan bahwa telah dilakukan pelantikan saniri negeri Nusaniwe tahun 2017 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 13 juta. Namun kenyataannya tak pernah dilakukan pelantikan, ” ungkap Hansye Peea kepada Ambon Ekspres Senin, (23/6).

Selain itu, kata dia, Dominggus
Watilette diduga telah melakukan laporan fiktif terhadap anggaran bencana alam. Dimana dalam laporan pertanggungjawabannya, mantan pejabat Negeri Eri ini memgatakan telah menggunakan sejumlah Dana bencana alam, namun kenyataannya tak terealisasi.

” Selain itu, kami juga menduga anggran lain dimanipulasi oleh penjabat negeri Eri. Akibat dari perbuatannya memantik keresahan masyarakat, ” pungkasnya.

Dia menyebutkan, penggunaan anggaran ADD dan DD dinilai tak wajar. Dimana penggunaan anggran ADD senilai Rp 1.115.000.000 untuk pembangunan pusat kuliner di Eri tak pernah rampung hingga saat ini. Padahal dari dana tersebut sudah terpakai Rp 1.105.000.000. Alhasil, bangunan tersebut hanya terlihat tiang beton Dan lantai.

” Iya benar, pembangunan pusat kuliner di Eri ini dilakukan Dominggus Watilette tanpa sepengetahuan Saniri negeri Eri dan juga BPD Negeri Eri. Padahal sesuai APBDES Eri telah disetujui oleh saniri negeri Eri maupun BPD Eri, ” ucapnya.

Parahnya kata dia, pembangunan kuliner ini tak ada dalam RAB. Dimana RAB hanya untuk pembangunan lapangan upacara. Namun tak tahu mengapa Watilette mengubah nya secara sepihak. Bahkan tanpa sepengetahuan Dinas PU Kota Ambon selaku komsultan teknik.

” Olehnya itu, kami minta agar kasus ini segera diusut oleh pihak kepolisian maupun kejaksaan tinggi maluku sehingga lebih terang benerang kasusnya, ” pintanya. (AKS)