GARAP Sula 011 Kampanyekan Bahaya Sampah Plastik

by

Ambon, ameksOnline.-Sampah masih menjadi masalah serius di bumi. Di laut, sampah mengancam keberlangsungan hidup biota. Sampah juga menyebabkan banjir di daratan.

Sekelompok anak muda yang tergabung dalam GERAKAN ANTI PLASTIK (GARAP) Sula 011 resah dengan kondisi tersebut. Mereka bergerak memerangi sampah lewat sejumlah kegiatan di Kota Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Pada Senin (24/6), Sekelompok pemuda anak muda ini melakukan Longmars sepanjang Jalan Raya Kota Sanana, untuk mengkampanyekan bahaya plastik sekali pakai dengan tema utama “Laut Kami Dihuni Lebih Banyak Plastik ketimbang Ikan. Katong makan ikan bukan Plastik”.

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 450-500 orang peserta, yang berasal dari sekolah menengah atas atau sederajat, organisasi mahasiswa, dinas kesehatan, dan masyarakat umum.

“Ini merupakan gerakan peduli lingkungan yang digagas oleh saya dan kawan kawan, sebagai sebuh bentuk kepedulian untuk alam dan melestarikan bumi Kabupaten Kepulauan Sula,”kata Koordinator Umum GARAP Sula 011 Ramli Umasugi dalam rilis yang diterima Ambon Ekpres, Senin (24/6).

Menurut Umasugi, lingkungan di Kepulauan Sula semakin tercemar. Olehnya itu perlu upaya nyata untuk mencegah dan membersihkan Sula dari sampah.

“Kami sadar bahwa alam sudah tua, lingkungan semakin tercemar, dan gerakan ini merupakan ekspresi cinta kami untuk generasi selanjutnya,. Kami tak ingin generasi selanjutnya hidup diatas timbunan sampah plastik,”tandasnya.

Aksi ini dilanjutkan dengan Pentas Seni Budaya dan Lapak Baca pada hari yang sama di depan Benteng Kota Sanana. Mereka juga melaksanakan dialog terbuka dengan tema ‘Plastik Sekali Pakai Bahaya Bagi Bumi Ancaman Untuk Manusi’ keesokan hari.

Dialog ini menghadirkan pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan dan Koperasi. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, ungkap koordinator dialog, Ramly Pora 80 perse dari 2 ton sampah plastik perhari yang tidak didaur ulang.

“Dengan demikian harapannya dialog ini mampu memberikan solusi untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong kresek yang sudah seharusnya diganti dengan tas belanjaan,”katanya. (TAB)