Dana Mantab Brata Polres Malteng Diduga “Disunat”

by

Ambon, ameksOnline.- Dugaan pemotongan dana operasional pelaksanaan operasi Mantab Brata siwalima 2018 ditemukan di Polres Maluku Tengah. Irwasda Polda Maluku langsung membentuk tim investigasi. Hasil investigasi ditemukan ada penyalagunaan dana sebesar Rp597.449.000.

Tim ini diketuai AKBP Denny Nanlohy dan dua anggotanya AKP Umar Bamatraf, dan Brigadir Yorgen Romrainy. Mereka diperintahkan oleh Direktur Pengawasan Daerah Maluku, Kombes Sungkono. Investigasi dilakukan, setelah Polda Maluku menerima laporan terkait penyalahgunaan dana operasi Mantab Brata 2018.

Tim ini dibentuk sejak 10 Juni 2019, dan sudah menyelesaikan pekerjaannya. Berdasarkan informasi yang ditemukan ameksOnline, hasil investigasi menemukan ada dana sebesar Rp594.449.000 yang tak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Akumulasi dana ini diperoleh dari pemotongan-pemotongan dana operasional personil Polres Malteng, yang melakukan pengamanan di sejumlah lokasi maupun Tempat Pemungutan Suara. Pemotongan ini bervariasi. Namun akumulasinya cukup besar.

Tim dalam kesimpulan laporannya, setelah melakukan pemeriksaan terhadap bendahara atau Kepala Keuangan Porles Malteng membenarkan adanya dugaan pemotongan dana tersebut. Kasus ini kemudian dikonfirmasikan ke Kapolres Malteng AKBP R Arthur L Simamora.

Dalam klarifikasi itu, kapolres tak bisa mengelak. Tim kemudian menyimpulkan hasil pemeriksaan mereka. Kesimpulan itu didasarkan pada pemeriksaan sejumlah pejabat di Polres Malteng, meneliti sejumlah dokumen dan alat bukti lainnya.

Alat bukti itu, diyakini tim memiliki keterkaitan hubungan hukum dengan perbuatan terlapor Kapolres Malteng. Karena itu, tim dalam kesimpulan menyebutkan, patut diduga telah terjadi peristiwa hukum berupa tindak pidana korupsi yaitu, dengan cara memotong dana operasi mantab Brata.

Kapolres Malteng, AKBP R Arthur L Simamora yang dikonfirmasi ameksOnline menepis diperiksa terkait kasus ini. “Tidak ada tuh. Saya malah nggak tau ada kasus seperti itu,” ungkap dia, ketika ditanyai terkait penyelidikan kasus ini.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Mohammad Roem Ohoirat yang juga dikonfirmasi terkait kasus ini, juga mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. Setelah dia melakukan pengecekan, tidak ada informasi pemeriksaan. “Saya sudah cek, tidak ada,” pungkas Ohoirat. (yan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *