Jejak Soplanit-Patty di Kasus Repo

by

Ambon, AmeksOnline.- Jejak kasus transaksi Repo dihentikan paksa pada dua tersangka. Idris Rolobessy, dan Izack B Thenu dijadikan tumbal. Dua pejabat Bank Maluku-Maluku Utara saat itu yang mengetahui awal dan akhir transaksi ini justeru “dilepas” Kejaksaan Tinggi Maluku.

Dua pejabat ini, adalah Dirk Soplanit dan Willem Patty. Keduanya ada di jajaran direksi. Soplanit, menjabat Direktur Utama, sementara Direktur Pemasaran Willem Patty. Keduanya punya peran besar dalam transaksi Bank Maluku-Maluku Utara itu dengan PT AAA Securitas.

Dalam pemeriksaan awal penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku, ditemukan sejumlah keganjilan. Terungkap juga dalam pemeriksaan itu, kalau  awal mula terjadi transaksi itu, setelah willem Patty dan Andre Rukminto Bos PT AAA Securitas bertemu di Grand Indonesia. Dari sana keduanya sepakat melakukan kerjasama.

Transaksi itu, terwujud setelah Wellem Patty meyakinkan Dirck Soplanit. Keduanya sepakat, dan diamini pemilik saham pengendali saat itu, Gubernur Maluku, dan Wali Kota Ambon. Terjadilah transaksi bernilai Rp300 miliar. Padahal dari sisi kelayakan, transaksi tersebut tak layak.

Transaksi ini berdasarkan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan, tak layak dilakukan. Ini dilihat dari sisi kondisi keuangan PT AAA Securitas yang tak lagi sehat. OJK juga menemukan ada banyak masalah di perusahaan itu saat menjalin kerjasama dengan beberapa bank milik daerah.

“Saat itu OJK rekomendasikan tak boleh transaksi, tapi dipaksakan oleh Direktur Utama sama Direktur Pemasaran. Akhirnya transaksi itu terwujud,” ungkap sumber ameksOnline yang ditemui di Ambon. Namun Soplanit dan Patty mengabaikan rekomendasi OJK itu.

Transaksi akhirnya berjalan. Selama tiga tahun, perusahaan itu masih bisa mengembalikan dana yang dipakai. Namun di tahun 2014, perusahaan ini tak lagi mampu membayar. Sampai pada gagal bayar. Gubernur Said Assagaff yang saat melaporkan kasus ini Mabes Polri. Bareskrim kemudian melakukan penyelidikan kasus ini.

Kasus dilimpahkan ke Kejati Maluku. Darisana, kasus ini mulai kabur. Awalnya Patty dan Soplanit diperiksa. Belakangan mereka tak lagi disentuh jaksa. Jaksa selalu beralasan masih terus melakukan pengembangan.

Dalam pemeriksaan awal, jaksa menyebut ada kerugian Bank Maluku-Malut sebesar Rp238, 5 miliar. Mereka kemudian mencari tumbal, setelah Soplanit dan Patty tak lagi disentuh. Idris Rolobessy dan Izack Thenu, yang disebut-sebut hanya mengetahui sedikit masalah ini, justeru dijadikan tersangka.

Informasi ameksOnline dari orang penting di Bank Maluku-Malut, ada fee yang dibayarkan PT AAA Securitas kepada sejumlah pejabat di Bank Maluku saa itu di tahun 2011. Fee ini diberikan sebagai balas jasa atas mulusnya  transaksi Rp300 miliar tersebut. Siapa yang menerima uang itu, belum juga didalami Kejati Maluku.

Anehnya, jaksa tak pernah membuka peran Idris maupun Thenu dalam kasus tersebut. Mereka juga belum bisa membuka, kemana saja aliran dana sebesar Rp238,5 miliar itu. Namun informasi ameksOnline, saat sidang nanti, Rolobessy maupun Thenu akan membuka kedok Soplanit maupun Patty.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette yang dikonfirmasi, mereka masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Wilayah Maluku. Audit untuk mengetahui berapa besar kerugian yang diakibatkan dari transaksi tersebut.

“Kita masih menunggu hasil audit BPKP,” kata dia. Sejumlah dokumen dan bukti yang diminta oleh BPKP terus dipenuhi jaksa penyidik untuk secepatnya menyelesaikan kasus ini. (yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *