Dua “Predator” Anak Dijebloskan ke Penjara – Ambon Ekspres
Kriminal

Dua “Predator” Anak Dijebloskan ke Penjara

AMEKS ONLINE, AMBON.—Inilah akibatnya kalau dikuasai nafsu birahi, kenikmatan sesaat sengsara bertahun-tahun. Julius Makin (55), dan Konga Latuperissa (21), dua lelaki bejat ini terancam hukuman 15 tahun penjara. Mereka diketahui terlibat tindak pidana persetubuhan anak dibawa umur.

Kedua penjahat di kasus asusila berbeda ini tidak berkutik saat diciduk angota Buru Sergap (Buser), Satreskrim Polres Ambon.
Mereka sudah dijebloskan ke penjara.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon Bripka Orpha Jambormias kepada Ambon di ruangan kerjanya, Rabu (24/1), menandaskan, kasus itu ditangani PPA, dengan dua tersangka dan di kasus berbeda. ”Ada tersangka persetubuhan anak dibawah umur lagi yang sudah diamankan dan kita proses hukum dengan kasus berbeda. Julius menyetubuhi gadis berusia 12 tahun dengan lokasi di Passo. Konga menyetubuhi gadis berusia 17 tahun di Skip,” akui Jambormias.

Modus Julius Makin, pria berusia setengah abad lebih ini menggarap gadis belia itu dengan mengimingi-imingi korban uang. Gadis kecil itu menjual pisang goreng. Tersangka memanggil korban dengan alasan akan membeli dagangannya.
”Hasil sidik, dia (Julius Makin-red), membeli pisang goreng dijual korban. Dibeli dengan Rp 5000. Tersangka hanya mengambil 2 pisang goreng. Kembalianya buat korban.

Syaratnya korban melayani nafsu bejat orang tua itu. Sempat korban menolak. Karena dipaksa korban akhirnya disetubuhi di rumah pelaku. Itu juga dilakukan pelaku dengan paksa,” jelasnya.

Julius Makin, berdomisili di Desa Passo, Kecamatan Baguala ini juga diketahui juga sudah melakukan perbuatan terhadap gadis belia itu melebihi dari sekali. Terakhir dilakukan dan terungkap 20 Desember 2017. Orang tua korban yang mengetahui anak di setubuhi tua bangka ini kemudian mengadu ke Polres Ambon untuk ditindaklanjuti, Jumat (19/1). ”Sudah 2 kali Julius Makin menyetubuhi korban,dan terungkap karena orang tua curiga ada tanda merah-merah di leher korban. Setelah ditanya korban kemudian menceritakan apa yang sudah dilakukan tersangka ke dia. Setelah kita dapat laporan hari itu juga anggota langsung amankan tersangka. Tersangka juga mengakui perbuatan kepada korban,” jelas dia.

Sedangkan Konga Latuperissa, pemuda beralamat di Skip, Kecamatan Sirimau, Ambon ini menyetubuhi kekasihnya yang juga siswi salah satu SMA di Kota Ambon. Insiden ini terjadi di rumah pelaku di Skip, Kecamatan Sirimau, Selasa (10/1). ”Untuk di kasus Konga juga sama. Dia (Konga-red) diamankan setelah kita terima laporan dari ibu kandung korban. Kedua memang berpacaran, tetapi korban masih dikategorikan anak dibawah umur, usia 17 tahun,” kata Jambormias.

Julius Makin, dan Konga Latuperissa diproses sesuai perbuatan mereka. Mereka diganjar pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, dan atau pasal 287 dan pasal 290 dan atau pasal 64 tentang perbuatan berlanjut. ”Ancaman hukuman maksimal penjara selama 15 tahun,” pungkas Jambormis. (ERM)

Most Popular

To Top