Ahli OJK Pasar Modal Diperiksa Jaksa – Ambon Ekspres
Hukum

Ahli OJK Pasar Modal Diperiksa Jaksa

AMEKS ONLINE, AMBON.–Penyidikan kasus dugaan korupsi Repo Obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas senilai Rp 238,5 miliar kembali jalan. Dua hari berturut-turut, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melakukan pemeriksaan terhadap Ahli OJK Pusat Bidang Pasar Modal.

Pada Rabu (24/1), ahli perbankan OJK pusat berinisial RH yang diperiksa. Kini giliran bidang pasar modal yakni inisial GT dan SR. Pemeriksaan berlangsung di ruang Kasi Penyidikan Kejati Maluku, Kamis, (25/1) kemarin. Kedua ahli itu diperiksa secara terpisah.

GT Diperiksa jaksa penyidik D F Muskita, sedangkan SR yang adalah Kabag Pemeriksa Transaksi dan Lembaga Efek OJK Pusat itu diperiksa oleh penyidik I Gede Whidiartama.

Keduanya dicecar puluhan pertanyaan. “Kedua ahli ini diperiksa untuk kepentingan penyidik dalam menggungkap dugaan perbuatan pidana dalam perkara penjualan dan pembelian surat-surat hutang/obligasi pada Kantor Pusat PT.BPDM T.A 2011 hingga 2014,” ungkap Kasipenkum dan HUmas Kejati Maluku, Sammy Sapulette kepada wartawan diruang perss Kejati Maluku.

Diharapkan, keterangan ahli dari OJK dapat mendukung penyidikan kasus Repo Obligasi Bank Maluku yang diduga merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. “Kita akan fokus, dan kasus ini tetap akan dituntaskan,” janji Sammy.

Dalam kasus ini, pasca ditingkatkan ke tahap penyidikan Juni 2017 lalu, baru lima orang saksi yang diperiksa. Mereka diantaranya, mantan Direktur Utama PT Bank Maluku, Dirck Soplanit, mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku, Willem Patty, mantan Direktur Kepatuhan, Izack Thenu, mantan Kadiv Treasury Bank Maluku, Edmon Cornelius Martinus, dan Analis pada Divisi Treasury, Cristian Tomasoa.

Dari kelima nama itu, Willem Patty, Edmon Cornelius Martinus dan Cristian Tomasoa merupakan pihak yang sering diperiksa penyidik. Saat penyelidikan pun demikian.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi reverse repo surat berharga sebesar Rp 238,5 miliar di Bank Maluku. Selain itu, OJK menemukan transaksi pembelian reverse repo surat berharga sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu di Bank Maluku dan Malut. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas yang dipimpin, Andre Rukminto.

Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017. (NEL)

Most Popular

To Top