Hukubun : Yasin Payapo Layak Pimpin Hanura Maluku – Ambon Ekspres
Politik

Hukubun : Yasin Payapo Layak Pimpin Hanura Maluku

AMEKS ONLINE, AMBON.—DPC Partai Hati Nurani (Hanura) Maluku Tenggara (Malra) merupakan satu-satunya DPC di Maluku yang sejak awal sangat loyal untuk tetap mendukung Oesman Sapta Oedang (OSO) sebagai Ketua Umum Hanura. Kini mereka siap mendukung M Yasin Payapo sebagai Ketua DPD Hanura Maluku.

Ketua DPC Hanura Kabupaten Malra, Gerry Habel Hukubun menegaskan, ketika riak politik melengserkan OSO, dirinya sejak awal telah berkomitmen untuk mendukung Ketua DPD RI itu. “Upaya pemecatan pak OSO melalui Munaslub dengan berbagai alasan, tapi saya ingin menunjukan sikap bahwa saya tetap setia kepada pak OSO. Saya tetap loyalis kendati semua DPD dan DPC mengajukan mosi tidak percaya,” tegas Hukubun kepada Ambon Ekspres, via telepon selulernya, Kamis (25/1).

Dia menilai, upaya pemecatan OSO tidak rasional dan menunjukkan adanya pelanggaran terhadap konstitusi partai. “Saya menilai ada gerakan yang tidak senang dengan gaya kepemimpinan pak OSO yang transparan. Saya menilai alasan memecat OSO karena elektabilitas partai adalah sesuai keliru karena itu tanggungjawab semua infrastruktur partai,” paparnya.

Bukan saja itu, pemecatan OSO dengan alasan memimpin dengan arogan dan premanisme perlu dibuktikan.
“Ini sangat tidak rasional. Apalagi tidak ada aturan yang menunjukkan elektabilitas partai menurun dan bagaimana pak OSO ini disebut gagal,” kesalnya.

Soal pemecatan berantai pengurus DPP Hanura dan DPD/DPC se-Indonesia yang dibuat OSO, kata Hukubun, itu merupakan konsekuensi berpolitik. Pasalnya, keputusan pemecatan yang dilakukan OSO karena dianggap tidak patuh terhadap pimpinan. “Kronologisnya ketika tanggal 16 Januari 2018, pak OSO memberhentikan Sekjen dan kawan-kawan DPP. Lalu tanggal 17 Januari 2018 pak OSO memasukan daftar kepengurusan DPP Hanura yang baru di Kementerian Hukum dan HAM. Setelah Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan SK maka Munaslub yang baru digelar 18 Januari 2018, dianggap inkonstitusional,” tuturnya.

Dia menegaskan, tujuan berpolitik adalah memperjuangkan hajat orang banyak dan menjadi politisi adalah pekerjaan yang mulia. Karena itu, menjadi politisi adalah sikap politik. “Kita partai hati nurani, karena itu mengendepakan hati nurani. Olehnya itu saya memutuskan untuk menjadi loyalis pak OSO. Saya memastikan tidak ada pengurus DPC yang akan diberhentikan,” tegasnya.

Ditanya soal pemecatan Ketua DPD Hanura Maluku, Ayu Hasanusi, dia mengaku itu merupakan konsekuensi yang harus dihadapi. “Pemecatan ibu Ayu, karena ada statement dari beliau yang menantang pak OSO. Apalagi beliau diketahui ikut stering comite Munaslub. Saya tetap menghormati ibu Ayu dan kita tetap berhubungan baik,’’ terangnya.

Dirinya juga mengaku ditawarkan menjadi Ketua DPD Hanura Maluku. Namun dia menegaskan tidak berambisi menjadi ketua atau sekretaris. ‘’Jadi saya mengusulkan nama Bupati Seram Bagian Barat, pak Hasyim Payapo. Beliau adalah kader Partai Hanura dan beliau layak memimpin Hanura Maluku,” tutupnya.

Seperti diberitakan, M Hasyim Payapo dipilih secara aklamasi oleh 9 DPC Partai Hanura melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (24/1). Yakni, DPC Maluku Tenggara, DPC MBD, Kota Tual, Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Aru, Maluku Tengah dan Buru Selatan.

Sedangkan DPC Buru dan Maluku Tenggara Barat tidak mendukung Musdalub. Musdalub dihadiri unsur DPC, DPD dan DPP Hanura. “Kalau kemarin, hanya 2 DPC yang ada di OSO. Ibu Ayu mengklaim 9 DPC bersamanya. Tapi, hari ini 7 DPC sudah lari ke sini (kubu OSO) dan mereka melakukan tobat berjamaah dan mendukung kembali pak OSO dan Musdalub yang secara aklamasi menetapkan Mohamad Yasin Payapo sebagai ketua DPD Hanura terpilih,” kata Ketua Panitia Musdalub DPD Partai Hanura Maluku, Boby Gunawan Tianotak kepada Ambon Ekspres via seluler, Rabu (24/1).

Tianotak menjelaskan, Ayu dilengserkan, karena dianggap telah menentang kubu OSO, dan bergabung dengan kubu Sekretaris Jenderal, Sarifudin Sudding yang menggelar Munaslub pada 18 Januari untuk memecat OSO.

Padahal, sehari sebelumnya, 17 Januari, Kementerian Hukum dan HAM telah mengelurkan Surat Keputusan (SK) Nomor M.HH-01.AH.11.01 tahun tentang restrukturisasi, reposisi dan revitalisasi pengurus DPP Partai Hanura masa bakti tahun 2015-2020, dimana OSO sebagai ketua umum dan Sekjen Harry Lontung Siregar.
“Musdalub dilaksanakan atas dasar karena Ketua DPD Hanura Maluku sudah Pelaksana Tugas (Plt). Dan Wahab Talaohu ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Hanura Maluku,” paparnya.

Dia yakin, dukungan 9 DPC tersebut tidak bisa ditarik lagi. “Teman-teman DPC yang ke ikut Musdalub sudah membuat pernyataan tertulis dan telah dinotariskan untuk mendukung pak OSO sebagai ketua umum Partai Hanura. Jadi, tidak mungkin kembali lagi,” jelasnya.

Soal kemungkinan Pergantian Antar Waktu (PAW) Ayu Hasanussi dari anggota DPRD Maluku, Tianotak belum memastikan. ”Menyangkut dengan PAW, tergantung nanti kita akan proses selanjutnya. Kalau bicara tergantung, kan bisa jadi, dan juga tidak bisa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ayu Hindun Hasanusi mengaku, 10 DPC masih tetap mengakui Munaslub dan Marsekal Madya (Purn) Daryatomo selaku Ketua Umum DPP Hanura. Sehingga, ia menilai, jika dilaksanakan Munaslub DPD Hanura Maluku, tetap tidak sah.
“Dari Munaslub itu kita telah memutuskan untuk memberhentikan OSO. Jadi kalau OSO mau pecat kita itu sudah terlambat, karena tidak lagi punya hak memberhentikan saya dan lainnya. Karena pimpinan kita Daryatmo dan pembina itu pak Wiranto,” kata Ayu kepada wartawan di Kantor DPD Hanura Maluku, Senin (22/1). (SAT/TAB)

Most Popular

To Top