Cari Sarang Walet, Warga Bertemu Bangkai Pesawat di Hutan – Ambon Ekspres
Daerah

Cari Sarang Walet, Warga Bertemu Bangkai Pesawat di Hutan

Bangkai Merpati Airlines yang mendarat darurat pada 1991 menjadi objek swafoto warga Gorontalo. (dok. Gorontalo Post)

AMEKS ONLINE, GORONTALO-  Sebuah bangkai pesawat ditemukan sejumlah warga yang sedang mencari sarang burung walet di tengah hutan di Gorontalo. Foto-foto bangkai pesawat tersebut pertamakali diunggah oleh akun facebook  @yanti polingala pada 6 Merat 2018.

Informasi yang dihimpun, bangkai pesawat tersebut diketahui merupakan bangaki pesawat Merpati Nusantara Airlines yang diduga jatuh pada tahun 1991. Kondisi pesawat kini sudah diselimuti semak belukar. Bahkan di samping pesawat suda tumbuh pohon besar.

Warga yang menemukan bangkai pesawat tersebut merupakan warga Desa Mongiilo, Kecamatan Bulango Ulu. Mereka sedang beraktifitas di tengah hutan. Tapi di tengah perjalanan mereka menemukan bangkai pesawat.

MNA

Foto bangkai Merpati Airlines yang mendarat darurat pada 1991 di Pegunungan Tihengo. (dok. Gorontalo Post)

Sebelumnya tahun 2014 lalu, pesawat ini sudah pernah ditemukan oleh sejumlah warga Bolaang Mongondow Utara yang mencari rotan. Penemuan bangkai ‘burung besi’ itu bahkan sempat menghebohkan warga Bolaang Mongondow Utara.

Dari penelusuran Gorontalo Post, pesawat tersebut merupakan pesawat jenis Casa 212 tipe 200 dengan register PK-NYC. Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 7970 ini lepas landas dari Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, pada hari Rabu 30 Januari 1991, atau 27 tahun silam.

Salah satu korban dalam pesawat itu, Erwin Giasi menyebutkan, pesawat melakukan pendaratan sekitar 15 menit sebelum tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo. “Kabut tebal, tiba-tiba pesawat berguncang hebat. Padahal kata pilot kami segera mendarat. Tapi tiba-tiba kami celaka,” kata Erwin dikutip dari Gorontalo Post, Kamis (8/3).

Pesawat mendarat darurat di atas pohon di hutan Pegunungan Tihengo, Hulu Atinggola yang berbatasan dengan Bolaang Mongondow Utara dan Bulango Ulu, Bone Bolango.

Menurut Erwin, tim SAR baru berhasil melakukan evakuasi korban pesawat nahas itu setelah enam hari paska jatuhnya pesawat. Saat itu, korban dievakuasi ke posko di Desa Tuntung, Bolaang Mongondow Utara dan diterbangkan dengan helikopter super puma milik TNI AU ke gelanggang.

Tidak ada yang meninggal akibat insiden tersebut. Sebanyak 18 penumpang dan tiga kru seluruhnya selamat. “Pak Tomy Sako, ia meninggal karena asma dan usianya memang sudah tua 70 tahun,” kata Erwin.

Pendaratan darurat pesawat Merpati buatan IPTN tahun 1985 cukup menghebohkan warga. Salah seorang warga Kota Gorontalo Ahmad Rauf mengaku juga baru tahu kabar ini dari media sosial.

“Saya baru tahu kalau di Gorontalo pernah ada kecelakaan pesawat yang seluruh penumpangnya selamat,” katanya.

(est/JPC)

Most Popular

To Top